
Foto: Fotosearch
Tentu saja hipokalemia bisa dicegah dengan mengidentifikasi penyebab rendahnya kalium dalam darah. Secara umum ini bisa terjadi karena asupan yang kurang atau pengeluaran yang berlebihan. Pengeluaran yang berlebihan bisa terjadi karena muntah, diare berat, sering buang air kecil, bahkan melalui keringat yang berlebihan yang menyebabkan terjadinya dehidrasi berat.
Hipokalemia juga bisa terjadi pada mereka yang diet sembarangan. “Beberapa obat herbal yang bisa membuat berat badan turun, yang salah satu efeknya meningkatkan buang air kecil, juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan elektrolit, termasuk kalium,” ujar dr. Ari Fahrial Syam Sp.PD, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) JAYA.
Sementara, asupan kalium yang rendah bisa terjadi karena berbagai sebab, misalnya dalam keadaan sakit yang membuat nafsu makan turun. Pasien yang dirawat di rumah sakit umumnya mengalami hipokalemia karena asupan kalium yang kurang selama sakit. Di sisi lain, pasien juga bisa mengalami hipokalemia karena adanya kerusakan pada ginjal sehingga terjadi pengeluaran kalium yang berlebihan. “Obat-obatan yang dapat meningkatkan buang air kecil, seperti diuretik, juga bisa menyebabkan kadar kalium menurun. Kadar kalium ini keluar bersama urine,” kata dr. Ari.
Oleh karena itu, pada pasien yang mendapat obat diuretik atau peluruh air seni, harus mengombinasikannya dengan suplemen kalium. Bisa juga dengan memberikan obat peluruh air seni yang tidak mengganggu pengeluaran kalium melalui urine. Mengonsumsi obat pencahar dapat pula menyebabkan terjadinya penurunan kalium.
Yang juga perlu diperhatikan dan kerap terlewatkan adalah hipokalemia yang terjadi karena gaya hidup dan pola makan yang membuat mereka cenderung kekurangan asupan kalium. Misalnya, senang berolahraga di udara tropis yangmembuat keringat lebih banyak keluar dan minim mengonsumsi makanan tinggi kalium.
Untuk mengatasi hipokalemia, selain memberikan asupan kalium, baik secara alami lewat makanan maupun suplemen dan cairan elektrolit seperti oralit, penyebabnya juga harus diatasi. Jika penyebabnya diare atau muntah misalnya, maka harus segera dihentikan. Agar tak mengalami hipokalemia, sangat penting memperhatikan asupan makanan yang mengandung kalium.
Orang awam paham bahwa mengonsumsi pisang dapat memenuhi kebutuhan kalium. Buah ini bahkan sangat akrab dengan atlet dan mereka yang gemar berolahraga. Tidak salah, karena kandungan kalium dan karbohidratnya yang tinggi menjadi kombinasi ideal bagi pencinta olahraga untuk mengembalikan tenaga dan mencegah kram otot.
Di Indonesia, pisang mudah ditemui dan harganya pun cukup murah. Para pakar menyarankan, orang dewasa sebaiknya mengonsumsi 4.700 mg kalium per hari untuk memenuhi kecukupan kadar kalium dalam darah. Menurut dr. Ari, mereka yang mempunyai riwayat kekurangan kalium dan pasien yang sudah mengalami penurunan fungsi ginjal harus lebih memperhatikan asupan kalium harian mereka, agar hipokalemia dapat dicegah.(f)
Baca juga:
Ini Bahaya Jika Anda Kekurangan Kalium yang Mengancam Otot Kaki Hingga Jantung!
Lima Kunci Menjaga Kesehatan Jantung
Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung
Topic
#kalium


