Health & Diet
Pentingnya Vaksin dan 3M Untuk Mencegah Sitokin Storm

20 May 2021

sitokin storm
Foto: Shutterstock

Banyak yang bertanya-tanya, “kenapa pasien covid-19 meninggal walau sudah dinyatakan negatif?” Ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Selain kemungkinan ada bawaan komorbid yang kondisinya menjadi semakin buruk karena virus ini, ada juga kemungkinan sitokin storm (badai sitokin).

Apa itu badai sitokin (sitokin storm)?

Sitokin merupakan protein sistem kekebalan tubuh yang mengatur interaksi antar sel dan memicu reaktifitas imun. Saat virus masuk atau menginfeksi tubuh kita, tubuh yang sehat akan melawan. Sistem kekebalan tubuh akan merespon. Respon ini berupa pelepasan sitokin.

Dalam akun twitter-nya, dr. Muliadi Limanjaya dari RS Pondok Indah menjelaskan secara sederhana proses badai sitokin ini bisa muncul pada pasien Covid-19.
Ia mengatakan, saat virus masuk ke dalam tubuh, ia akan berusaha membelah diri. Ada hipotesa yang mengatakan bahwa semakin bayak virus yang masuk, maka tingkat keparahannya akan lebih tinggi.

Covid-19 adalah virus baru, maka sistem kekebalan dalam ubuh kita belum memiliki memori terhadap virus ini. Pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh baik, maka akan muncul antibodi untuk menghambat pertumbuhan pertumbuhan virus menjadi lambat atau berhenti.

Pada pasien yang tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, usia lanjut, dan memiliki komorbid, pembentukan antibodinya terlambat atau bahkan tidak terbentuk sama sekali. Akhirnya, virus berkembang atau replikasinya tak terkendali.

Saat kerkembangan virus tak terkendali, maka ia akan menyebar kemana-mana. “Akhirnya, antibodi kita mendadak nyerang semua sel yang ada virusnya. Bahkan, karena sudah kelewat banyak yang keinfeksi, antibodi kita nyerang semuanya, termasuk sel sehat,” tulis Muliadi. Serangan ‘bunuh diri’ dan tak terkendali inilah yang dinamakan sitokin storm.

Respons antibodi yang meningkat ini tidak terjadi pada semua pasien dengan infeksi parah, tetapi para ahli tidak tahu apa yang membuat beberapa orang lebih rentan daripada yang lain.

Saat sitokin storm terjadi, sel tubuh yang baik pun menjadi rusak. Jika usia pasien masih muda, kemungkinan tubuhnya masih bisa bertahan walaupun dengan gejala sisa. “Pasien berusia lanjut, kebanyakan sih kalah…” ujarnya,

Pada fase ini biasanya virus yang menyerang tubuh sudah mati, dan tes PCR mungkin saja menunjukkan hasil yang negatif. Namun, proses peradangan terus berjalan. Itu sebabnya banyak ahli medis menilai badai sitokin ini lebih mematikan daripada virus asli yang sedang bercokol di tubuh.

Sebagian besar pasian Covid-19 yang mengalami badai sitokin mengalami demam dan sesak napas. Lalu, menjadi sulit bernapas hingga membutuhkan ventilator. Kondisi ini biasanya terjadi sekitar enam atau tujuh hari setelah infeksi.

Bagaimana dengan pemberian plasma?

Menurut Muliadi, timing adalah hal yang kritis saat pemberian plasma konvalesen. “Kalau sudah sitokin storm, ditambah plasma yang kaya antibodi, ya makin rame prosesnya. Bisa saja kondisinya malah makin parah,” ungkap Muliadi.

Karena itu pemberian plasma konvalesen disarankan pada fase awal. Ada jurnal medis yang menyatakan bahwa pemberian plasma pada pasien yang memiliki kekebalan tubuh rendah, paling baik adalah pada 72 jam pertama infeksi. Ini mungkin menjadi jawaban pada pertanyaan, “sudah diberi plasma konvalesen tapi tetap tidak tertolong.” Bisa jadi, karena pemberiannya terlambat.

Peran 3M dan Vaksin

Ingat hipotesa yang mengatakan semakin banyak virus yang masuk maka tingkat keparahannya semakin tinggi. Secara sederhana,

Jika virus yang masuk hanya 2, maka ia akan berkembang menjadi:

2 > 4 > 8 > 16 …..

Jika virus yang masuk 10 maka akan berkembang menjadi:

10 > 20 > 40 > 80 …..

Di sinilah peran rajin mencuci tangan dan masker yang digunakan sebagai tindakan pencegahan. Jika akhirnya pun tertular, diharapkan jumlah virus yang menginfeksi tidak terlalu banyak sehingga perkembangannya tidak massif dan dapat segera dilawan oleh antibodi.

Sedangkan vaksin Covid-19 akan merangsang tubuh membentuk antibodi sebelum terpapar virus. Jadi, jika virus menginfeksi tubuh, antibodi yang sudah terbentuk bisa lebih dulu menghambat perkembangbiakan virus, sehingga tidak menimbulkan gejala yang berat. Vaksin dan 3M bisa mencegah sitokin storm, karenanya jangan sampai lalai.



Baca juga:
Vaksin Merah Putih Masuk Program Vaksinasi Pemerintah
Program Vaksinasi Gotong Royong Resmi Dimulai, 19 Perusahaan di Jabodetabek Jadi Yang Pertama
Satgas COVID-19: Pulang Mudik Pelaku Perjalanan Wajib Karantina Mandiri 5 x 24 Jam


 


Topic

#covid-19, #3M, #ingatpesanibu

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?