Health & Diet
Penting! 8 Kiat Menekan Asupan Zat Berbahaya dalam Pangan Sehari-Hari

13 Oct 2016


Foto: Fotosearch
 
Memilih produk pangan yang seratus persen bebas pengawet memang nyaris tak mungkin. Namun, Anda bisa menekan asupan zat berbahaya dengan cara berikut ini:

1/ Pilihlah produk pangan yang mencantumkan secara jelas jumlah BTP (bahan tambahan pangan) yang digunakan, serta batas aman konsumsi harian. Amati keberadaan kandungan BTP berbahaya yang bisa merusak kesehatan.
 
2/ Tahu, tempe, serta ikan berformalin biasanya tidak dihinggapi lalat. Jadi, jangan keburu jijik bila lalat ikut nimbrung pada belanjaan Anda.
 
3/ Perhatikan kualitas fisik makanan. Adanya jamur menandakan proses pengawetan tidak berjalan sempurna atau makanan sudah kedaluwarsa.
 
4/ Jangan segan membaui makanan yang hendak disantap. Bau apek atau tengik menandakan makanan sudah rusak atau terkontaminasi mikroorganisme.
Anda yang mengidap diabetes, alergi, ataupun asma, hendaknya bersikap ekstra cermat. Kategori ’aman’ bagi konsumen kebanyakan belum tentu aman bagi Anda.
 
5/ Bahan pangan yang berwarna terlalu mencolok, atau yang warnanya  jauh berbeda dari aslinya, kemungkinan besar telah ditambahi zat pewarna.
 
6/ Biasanya lidah kita cukup jeli membedakan makanan yang masih alami dan yang sudah ditambahi berbagai macam BTP. Makanan yang terlalu banyak dibubuhi BTP biasanya bercita rasa tajam, semisal amat gurih, sehingga membuat lidah ’tersengat’.
 
7/ Berbeda dari pemanis alami (gula), pemanis buatan biasanya meninggalkan rasa sisa (after taste) pahit pada lidah.
 
8/ Jika membeli makanan impor, pilihlah produk yang telah terdaftar di Badan POM.

Baca juga:
Trik Cermat Belanja Bahan Makanan di Supermarket
5 Produk Pengawetan Ikan Favorit Dari Luar Negeri
6 Produk Pengawetan Ikan Favorit Dari Seluruh Dunia
 
Untuk membentengi diri dari pengaruh buruk berbagai bahan tambahan pangan, termasuk bahan pengawet, mari mulai melakukan aksi ’kembali ke alam’, yaitu memilih bahan pangan yang masih asli ketimbang yang sudah dimasukkan ke dalam kemasan. Misalnya, membatasi pembelian produk makanan olahan yang siap makan (hanya tinggal dipanaskan sebelum disantap), serta rela kembali berpanas-panas di dapur untuk mengolah sendiri menu harian keluarga.
 
Selain itu, ketimbang menyantap sambal siap pakai ataupun jus buah dalam kemasan, tak ada salahnya Anda turun tangan menggiling cabai, bawang, dan tomat sendiri, atau mengolah sendiri buah-buahan segar untuk dijadikan jus.
Jika terpaksa membeli bahan pangan yang diawetkan, Anda pun dapat melakukan tindakan preventif dengan menyeleksi produk-produk yang Anda beli.
 
Waspadai penggunaan 9 bahan pengawet berikut ini dalam bahan makanan sehari-hari:
1/ Asam borat (boric acid), atau boraks
2/ Asam salisilat (salicylic acid) dan garamnya
3/ Dietilpirokarbonat (Diethylpyrocarbonate, DEPC)
4/ Dulsin (Dulcin)
5/ Kalium khlorat (potassium chlorate)
6/ Kloramfenikol (chloramphenicol)
7/ Minyak nabati yang dibrominasi (brominated vegetable oils)
8/ Nitrofurazon (nitrofurazone)
9/ Formalin (formaldehyde). (f)
 
(Sumber: Departemen Kesehatan, Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya)


Topic

MakananBerbahaya

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?