
Foto: Fotosearch
Disadari atau tidak, kita tidak bisa jauh dari musik. Bahkan banyak yang beranggapan musik punya peran dalam membentuk mood seseorang. Berdasarkan studi tentang tingkah laku, ternyata memang nggak ada satupun kebudayaan yang nggak menyertakan musik di dalamnya. Itu menjadi bukti bahwa musik nggak bisa lepas dari kehidupan manusia.
Musik sebagai hiburan merupakan fungsi yang paling dekat dengan diri kita. Peran lain yang nggak kalah penting yaitu musik sebagai tanda (iconic) yang mengingatkan kita pada sesuatu atau peristiwa tertentu—memori, nostalgia. Sebagai identitas, musik juga bisa menjadi penanda suatu negara melalui lagu kebangsaannya.
Selain itu, musik bisa menjadi tanda ritual—dalam upacara keagamaan, media belajar, maupun sarana untuk mengekspresikan sesuatu lebih dari kata-kata. Hingga kemudian musik dipercaya dapat menciptakan mood. Konon, nih, mood bukanlah hal yang insidental ada karena kitalah yang 'sengaja' menciptakannya untuk merasakan sesuatu. Ketika seseorang mengatakan “Lagi nggak mood, ah!”, sebenarnya dia bisa melakukan sesuatu agar moodnya kembali. Nah, musik dianggap salah satu media yang kuat untuk memperbaikinya.
Ada anggapan bahwa musik memengaruhi kita untuk merasakan mood tertentu. Padahal sebenarnya mood yang diekspresikan pada lagu nggak sama dengan mood yang dirasakan seseorang saat mendengarkannya.
“Dulu orang mengidentikkan musik jenis tertentu dengan mood tertentu. Jadi ada musik yang bisa membuat orang bersemangat, malas, sedih, dan sebagainya. Misalnya, ada musik untuk mood A, tapi bukan berarti musik itu memberi mood A kepada orang yang mendengarkan,” kata Petrus Brianto Adi, Psi.
Nggak heran, kan, kalau setiap orang punya pilihan musik yang berbeda-beda. Kita pun pasti memiliki lagu andalan buat menyemangati hari-harinya. Menurut Adi, perbedaan bisa terjadi karena pengaruh memori, pengalaman, atau sesuai pengetahuan orang tersebut.
“Tiap orang memiliki formula musik masing-masing. Meskipun dengan satu lagu yang sama, interpretasi dua orang yang mendengarkannya bisa berbeda. Musik sendiri bukanlah sesuatu yang bisa diverbalkan, makanya tiap orang bisa merasakan pengalaman berbeda.”
Nggak seperti sajian indra lainnya, musik butuh waktu sebelum kita bisa menikmatinya. Dalam musik, saat demi saat akan tergantikan, bunyi yang satu tergantikan oleh bunyi yang lain, dan begitu seterusnya. Oleh karena itu, perubahan emosi bakal terjadi selama kita mendengarkan satu lagu penuh.
“Berbeda dari lukisan, bila kita melihatnya selama 1 detik, 1 jam, atau 1 minggu nggak akan berubah. Pada musik bunyi yang sudah terjadi akan terekam dalam memori kita. Artinya dia sesuatu yang butuh timeline—sangat tergantung pada kualitas waktu.”
Selain itu, nada dan lirik yang saling mendukung akan memberikan pengaruh tertentu sesuai pengalaman dan persepsi pribadi kita.
“Dalam teori musik yang paling dasar, dikatakan bahwa lirik itu elemen ekstra. Tapi ketika lirik dan musik sudah menjadi pengalaman maka dia akan menyatu. Contohnya lagu Indonesia Raya yang nggak mungkin dinyanyikan dengan lirik lain, atau sebaliknya liriknya nggak cocok disajikan dengan musik yang lain,” tambah Adi.
Makanya, musik bisa banget dijadikan cermin maupun pembentuk tingkah laku seseorang.
Memang, sih, ada beberapa orang yang beranggapan musik tidak berkaitan dengan psikologi karena ilmu tersebut hanya mempelajari tingkah laku, tapi semua tinggal dikembalikan lagi kepada pemahaman kita terhadap musik. Jika kita menganggap musik sebagai pengalaman maka musik adalah tingkah laku yang bisa diamati sisi psikologisnya.
“Sebagai alat terapi, musik sendiri memiliki beberapa kekhasan, diantaranya nggak kelihatan, multiinterpretasi, dan berjalan sesuai waktu. Dan semua balik ke kita sendiri untuk memberi nilai pada musik yang kita dengar. Ketika musik direspon sebagai pengalaman—bukan hanya objek, maka musik bisa sangat memengaruhi hidup kita,” jelas Adi.
Jadi, tinggal gimana kita memanfatkan musik untuk meningkatkan kualitas hidup, deh. (f)
Baca juga:
Cara Kerja Musik Untuk Terapi
Bukan Sembarang Musik
Camilan Penambah Good Mood Saat Bekerja
Topic
#mood




