Health & Diet
Penderita Hipertensi dan Diabetes Wajib Pantau 2 Hal Ini Saat Berpuasa

3 Apr 2023


Foto: Shutterstock


Sebelum berpuasa, kita juga harus memastikan bahwa tubuh akan baik-baik saja jika tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam setiap hari. Terutama bagi penderita hipertensi dan diabetes melitus, penting untuk memeriksakan diri sebelum memulai puasa.

Bagi penderita hipertensi berat, kurangnya konsumsi elektrolit selama puasa dapat meningkatkan risiko aritmia jantung, yaitu detak jantung yang tidak teratur. Sedangkan bagi penderita jenis diabetes tertentu (misalnya, diabetes tipe 2), puasa dapat mengakibatkan hipoglikemia yang bisa berdampak fatal.
Sehingga sangat disarankan bagi orang dengan risiko hipertensi dan diabetes yang tinggi untuk mengukur tekanan darah dan kadar gula darah mereka sebelum memutuskan untuk berpuasa setiap hari selama Ramadan. 

Juwalita Surapsari, Spesialis Gizi Klinik di RS Pondok Indah Jakarta, menekankan tentang pentingnya mengukur tekanan darah dan kadar gula darah secara rutin selama Ramadan, “Pengukuran tekanan darah dan gula darah selama Ramadan harus dilakukan secara rutin

untuk mengetahui secara akurat kondisi tekanan darah dan kadar gula darah serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti hipoglikemia atau hiperglikemia,” kata Juwalita dalam virtual media briefing Omron berjudul ‘Menjaga Kesehatan Melalui Disiplin Puasa dan Memantau Tekanan Darah dan Glukosa Secara Rutin Selama Ramadan’ pada Kamis (30/3/2022) lalu.

Juwalita menambahkan bahwa hasil pengukuran yang terekam dengan baik akan memudahkan pasien, keluarga pasien, dan tenaga medis untuk memberikan perawatan yang tepat jika hal yang buruk terjadi.

Saat ini mengukur tekanan darah dan alat vital lainnya dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Sudah banyak alat medis yang ada di pasaran, namun penting untuk memilih alat medis yang teruji secara klinis dan banyak digunakan. Salah satunya monitor tekanan darah dan komposisi tubuh dari Omron yang kini dilengkapi dengan konektivitas Bluetooth dan antarmuka dengan aplikasi seluler Omron Connect. Sehingga pengguna bisa dengan mudah mengunggah, menyimpan, dan berbagi data tekanan darah mereka dengan dokter serta anggota keluarga. 

Data real time ini juga membuat pasien mendapatkan wawasan tentang tren tekanan darah dalam jangka waktu yang lebih lama. Berbagi info secara real time ini membantu para dokter membuat keputusan yang lebih tepat yang mengarah pada kontrol yang lebih besar atas peristiwa yang mengancam jiwa. (f) 



Baca Juga: 
Memasuki Musim Pancaroba, Perkuat Daya Tahan Tubuh Saat Berpuasa dengan Tip Sehat Ini
Cegah Penyakit Muncul Usai Lebaran, Ini Caranya
Diabetes Lebih Berbahaya pada Wanita?


Faunda Liswijayanti


Topic

#hipertensi, #diabetes, #ramadan, #puasa, #kesehatan

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?