
(Foto: Pexels)
Tetapi tak banyak yang tahu tentang cara kerja sistem imun di dalam tubuh. Sistem imun merupakan sistem pertahanan dalam tubuh manusia untuk melindungi diri dari berbagai benda asing.
Pada dasarnya, sistem imun terdiri dari seluruh sel, jaringan, dan organ yang membentuk sebuah imunitas berupa kekebalan tubuh terhadap infeksi atau suatu penyakit.
Fungsi sistem imun adalah sebagai penangkal benda asing yang masuk ke dalam tubuh sehingga dapat menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Selain itu, sistem imun dapat mendeteksi adanya sel-sel yang tidak normal, termutasi, atau ganas untuk kemudian dihancurkan.
Antibodi merupakan sebuah senjata yang tersusun dari protein dan berfungsi untuk melawan sel-sel asing yang masuk ke dalam tubuh. Senjata ini diproduksi oleh sel-sel B yang diumpamakan sebagai pejuang dalam sistem kekebalan tubuh.
“Antibodi akan mengikatkan diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. Kemudian, Antibodi akan menandai molekul-molekul asing tempat mereka mengikatkan diri sehingga sel pejuang tubuh dapat membedakan molekul asing tersebut sekaligus melumpuhkannya,” ujar dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes., Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur.
Tubuh manusia mampu memproduksi berbagai antibodi yang sesuai dengan musuh atau antigen yang dihadapinya. Jika terdapat benda asing yang masuk, maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk menghadapi benda asing tersebut.
Terdapat empat jenis antibodi yaitu Immunoglobulin A (IgA), Immunoglobulin B (IgB), Immunoglobulin M (IgM), dan Immunoglobulin G (IgG). Pemeriksaan Antibodi IgA biasanya dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis gangguan pada sistem imun tubuh manusia. Pemeriksaan Antibodi IgE dilakukan untuk mendeteksi penyakit alergi dan infeksi parasit.
IgM dan IgG merupakan Immuniglobulin yang digunakan untuk mendeteksi COVID-19. Sebagai bentuk pertahanan tubuh dalam melawan infeksi, tubuh akan memproduksi antibodi IgM saat seseorang pertama kali terinfeksi bakteri atau virus.
Kadar IgM akan meningkat dalam waktu tiga hingga empat belas hari saat terjadi infeksi dan kemudian kadar IgM akan menurun dan digantikan oleh Antibodi IgG yang akan muncul pada hari ke tujuh hingga lima belas sampai infeksi tersebut hancur atau musnah. Maka dari itu, hasil pemeriksaan IgM dengan nilai yang tinggi dianggap sebagai tanda adanya infeksi yang aktif.
“Dalam hal pemeriksaan screening COVID-19, terdapat dua metode serologi pemeriksaan antibodi yang digunakan. Metode pertama yaitu melalui metode tetes spesimen darah yang dikenal dengan nama Rapid Test antibodi. Metode kedua yaitu pemeriksaan kadar antibodi terhadap COVID-19 melalui alat mesin yang canggih dengan prinsip ECLIA (Electrochemiluminenscence Immunoassay) menggunakan pancaran cahaya untuk deteksi Antibodi spesifik terhadap COVID-19,” ujar dr. Irhamsyah.
Dalam metode tetes, antigen dan spesimen darah disatukan. Jika seseorang terserang virus tertentu, maka akan terjadi peningkatan kadar antibodi yang ditunjukkan dengan munculnya tanda garis pada alat.
Pemeriksaan screening COVID-19 menggunakan alat tetes ini harus dilakukan secara berkala untuk memastikan saat yang tepat ketika Antibodi IgG terbentuk di dalam tubuh (biasanya pada hari ke-7 seseorang terpapar Covid-19).
Hasil pemeriksaan ini dikeluarkan sangat cepat hanya dalam waktu 1 jam dan laporan pemeriksaan laboratorium bisa dikirimkan kepada pasien dalam waktu 1x24 jam. Pemeriksaan yang dikenal dengan nama Rapid Test Antibodi IgG dan IgM ini menggunakan metode immunochromatography dan menggunakan sampel serum dan plasma.
Sedangkan, pemeriksaan kadar antibodi spesifik COVID-19 menggunakan mesin yang sensitivitasnya lebih tinggi (bisa hingga 100%) karena di dalam mesin akan terjadi proses pencucian sehingga hanya tersisa komponen antibodi yang akan menempel bersama label pewarna terhadap antibodi spesifik COVID-19.
Namun, hasil pemeriksaan ini membutuhkan waktu hingga maksimum 1x24 jam sehingga laporan pemeriksaan dapat diberikan pasien dalam waktu 2x24 jam. Pemeriksaan yang dikenal dengan nama pemeriksaan serologi ini menggunakan metode immunochemiluminescent. Memanfaatkan sampel serum dan dikerjakan dengan mesin immunology.(f)
BACA JUGA:
Sumber Vitamin dan Mineral Untuk Daya Tahan Tubuh Optimal
Empat Bahan Makanan Penunjang Daya Tahan Tubuh
Lansia Juga Butuh Vaksin. Berikut Vaksin Penting untuk Mereka
Topic
#corona, #antibodi, #imunitas, #sistemimun, #COVID-19, #virus



