
Foto: Shutterstock
Libur Hari Raya Idulfitri tahun ini memang terasa begitu spesial. Soalnya setelah dua tahun berjibaku dengan pandemi, pemerintah akhirnya memberikan kebijakan pelonggaran karena kasus COVID-19 yang mulai melandai. Hal ini tentunya disambut suka cita dan membuat euforia bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Terlebih lagi, libur Lebaran di tahun ini tergolong lama dengan total 10 hari, termasuk dengan cuti bersama sehingga memberikan cukup waktu untuk berlibur maupun melepas rindu dengan sanak saudara di kampung halaman.
Meski tak menyenangkan, pada akhirnya liburan mau tak mau pasti akan berakhir. Kita pun akan kembali ke aktivitas rutin sehari-hari. Sayangnya tak semua orang siap untuk beraktivtitas kembali dengan penuh semangat. Beberapa orang justru mengalami kesulitan atau mungkin belum bisa move on dari libur panjang yang menyenangkan. Salah satu yang bisa jadi tandanya adalah 'Tanggal Merah Bulan Mei 2022' menjadi salah satu pencarian terpopuler Google pada Senin (9/5/2022). Lebih dari 20.000 orang melakukan pencarian dengan kata kunci tersebut.
Orang-orang yang tak siap kembali ke kehidupan nyata ini umumnya akan merasakan emosi bergejolak seperti merasa capek, tak bersemangat, dan bahkan mungkin tak bahagia. Nah jika Anda salah satu orang yang merasakannya, bisa jadi Anda sedang mengalami post holiday blues. Mengutip dari Verywellmind kondisi post holiday blues biasanya mengacu pada tekanan mental jangka pendek, kecemasan, dan kesedihan yang muncul setelah liburan. Kondisi itu memang sudah umum terjadi apalagi usai liburan dengan semua kehebohannya. Biasanya pula kondisi ini tak akan bertahan lama, kebanyakan orang akan segera kembali normal setelah beberapa saat.
Tanda-Tanda Post Holiday Blues
Meskipun post holiday blues tidak mencerminkan kasus depresi yang serius tetapi emosi yang berhubungan dengan kondisi tersebut sangat beragam. Lalu bagaimana Anda mengetahui apakah mengalami post holiday blues? Coba cek saja beberapa tanda-tandanya di bawah ini:
1/ Merasa cemas
2/ Merasa tak termotivasi
3/ Suasana hati yang buruk
4/ Mudah tersinggung
5/ Merasa stres
6/ Mengalami depresi
7/ Mengalami insomnia
8/ Memiliki kekhawatiran tentang uang
9/ Merasa kosong
Bagaimana Mengatasinya?
Masing-masing orang memiliki cara dan waktu yang berbeda untuk bisa pulih seutuhnya dari kondisi Post Holiday Blues. Tapi tak ada salahnya jika Anda mencoba beberapa tips berikut:
1/ Beri waktu lebih banyak untuk diri sendiri
Beri lebih banyak waktu untuk beradaptasi kembali. Anda bisa menggunakan waktu tersebut untuk berbenah atau membongkar barang-barang yang Anda bawa selama liburan sebelum benar-benar kembali ke rutinitas biasa. Anda juga bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti menonton film lucu, bertemu dengan teman, ini mungkin akan membantu meredakan stres.
2/Batasi media sosial
Anda mungkin belum bisa move on dengan liburan epik nan menyenangkan. Saat melihat media sosial, mood Anda bisa bukannya membaik namun justru bertambah negatif melihat postingan orang lain. Jadi untuk sementara batasi dulu akses ke media sosial.
3/ Tidur yang cukup
Salah satu tips untuk mereduksi stres adalah dengan tidur yang cukup. The Sleep Foundation menyebut kualitas tidur yang buruk berkontribusi pada depresi. Seseorang juga lebih mungkin mengalami masalah tidur jika mereka depresi.
4/ Makan sehat dan olah raga
Hargai tubuh Anda dengan memberi asupan makanan bergizi. Ini akan membantu Anda memerangi stres. Lalu jangan lupakan untuk berolahraga, misalnya berjalan-jalan di ruang terbuka dan di bawah matahari. Aktivitas ringan ini akan meningkatkan hormon endorfin Anda.
Namun bila perasaan-perasaan mengganggu di atas yang terkait dengan post holiday blues terus berlanjut, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional karena kesehatan mental Anda penting. (f)
Baca Juga:
Tidur Tanpa Lampu Menyala Punya Benefit untuk Tubuh, Ini Alasannya
Awas Terlalu Lama Main Smartphone, Bisa Picu Text Neck Syndrome
5 Cara Sederhana Hidup Lebih Sehat di Tahun 2022
Topic
#KerjaPascaLiburan, #KesehatanMental, #PostHolidayBlues




