Health & Diet
Kenali Stres yang Anda Alami, Stres Positif atau Stres Negatif? Ini Caranya

4 Apr 2017


Foto: 123 RF

Menurut psikolog dari Personal Growth, Ratih Ibrahim, M.M.,  tiap orang memiliki tingkat stres yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh bidang pekerjaannya, baik tingkat stresnya tinggi, sedang, ataupun rendah. Adapun pekerjaan tersebut adalah:
1. Profesi yang berhubungan dengan keterancaman nyawa manusia. Polisi lalu lintas yang bertugas di jalan, dokter bedah jantung, otak atau saraf, tentara di perbatasan, dan pilot penumpang, masuk dalam kategori ini. 
2. Pekerjaan yang berkaitan dengan deadline, yang bila tidak dikerjakan segera akan menghancurkan reputasi atau mengalami kerugian sejumlah uang.
3. Bidang pekerjaan yang monoton dan tanpa variasi, serta  terasing  dari orang lain, seperti penjaga mercusuar atau pekerja di kapal selam. 

Untuk bidang pekerjaan dengan tingkat stres tinggi memang berpotensi mengganggu kesehatan jiwa seseorang. Makanya, mereka yang bekerja pada tiga bidang pekerjaan tersebut harus memiliki karakteristik tersendiri. Mereka harus dipilih secara khusus berdasarkan tahap berbagai seleksi, sehingga mereka benar-benar sesuai bekerja di bidang pekerjaan itu.
Namun memang, stres bisa ditanggapi berbeda. Stres yang positif (eustress) dapat memotivasi,   membuat mereka merasa senang atau tertantang. Misalnya bekerja mengejar deadline. Walau membuat stres,  jika diselesaikan tepat waktu akan membawa kepuasan tersendiri. Ada sebagian orang yang membutuhkan stres seperti ini untuk memicu adrenalin. Biasanya, mereka sangat menikmatinya.

Lain halnya stres negatif (distress), yang membuat orang merasa lebih terbebani. Bahkan, dampak negatifnya membuat mereka menderita penyakit tekanan darah tinggi, jantung, alergi, susah tidur, mudah emosi, hingga kehidupan sosial terganggu. Distress setidaknya membawa dampak buruk pada 5 aspek hidup manusia, yaitu fisik, kognitif (psikologis), emosi, sosial, dan pekerjaan. Pada fisik ditandai dengan sesak napas atau otot tegang. Gangguan kognitif (psikologis) ditandai dengan pikiran kacau dan sering merasa pusing, kesulitan membaca atau menulis. Gangguan emosi ditandai dengan uring-uringan, gampang marah, jutek, gugup, dan menjadi penakut. 

Dampak pada aspek sosial adalah menjadikan seseorang dijauhi atau menjauhkan dirinya dari orang lain. Dampak pada aspek pekerjaan ditandai dengan menurunnya kinerja. Bila seseorang mulai merasakan perubahan pada 5 aspek itu, maka ia seharusnya mulai waspada. Mencari cara agar stres yang ia alami dapat diminimalkan, sehingga tidak berdampak lebih buruk.

Kendati demikian, tidak semua kondisi stres membutuhkan konseling klinis untuk menyelesaikannya. Ada beberapa cara agar kita bisa mengatasi stres  sendiri. Namun, penting untuk mengetahui hal-hal berikut:
- Melakukan hal-hal kecil yang disukai, seperti membaca, mendengarkan lagu, atau mengisi TTS adalah beberapa solusinya.
- Mem-posting keluhan di media sosial, seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang saat ini, bukanlah solusi terbaik. Sebab, bila respons orang lain buruk tidak sesuai dengan diharapkan, justru   bisa memperburuk kondisi stres.
- Sebaiknya, pilih orang yang tepat sebagai tempat curhat. Tidak selamanya  orang dengan penderitaan yang sama mampu memberikan solusi. Walau orang-orang dengan kondisi yang sama bisa saling memotivasi, jika mendapatkan respons yang tidak sesuai dengan keinginan, maka segera tinggalkan.
- Gunakan nalar Anda secara maksimal untuk menyeleksi dan membedakan mana yang baik dan tidak baik dilakukan ketika sedang mengalami stres.
- Jadilah pemenang, tak hanya mampu melawan, tapi harus mengelola stres dengan menjadikannya sebagai suatu tantangan untuk menghasilkan kinerja yang lebih berkualitas.
- Berusaha untuk menyukai pekerjaan Anda dan anggaplah itu sebagai kebutuhan. Manfaatkanlah waktu yang tersedia dengan sebaiknya-baiknya untuk menyelesaikan pekerjaan.
 
Yang bisa Anda lakukan bila merasa sedang stres:
1. Jaga kesehatan fisik dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat
2. Lakukan perawatan diri dan perbaiki penampilan (dandan). 
3. Pakailah busana color full untuk memperbaiki mood. (f)  

Dian Probowati & Desiyusman Mendrofa


Topic

#kelolastres

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?