Health & Diet
Fenomena baru Long COVID-19, Apa yang Perlu Diwaspadai Pasien?

3 Nov 2020


Foto: Freepik


Waktu yang Tepat Pasien COVID-19 Dinyatakan Sembuh

Istilah long covid lebih mengarah kepada fenomena gejala-gejala yang dialami pasien pasca terinfeksi COVID-19. “Penelitian mengatakan bahwa penyakit yang ditimbulkan oleh COVID-19 bergantung seberapa berat kerusakan organ yang dialami oleh pasien sehingga terdapat potensi pasien yang mengalami gejala berkelanjutan akan melalui proses perbaikan organ tubuh yang memakan waktu lama,” ujar dr. Irhamsyah.

Menurut dr. Irhamsyah cara mendeteksi pasien yang mengalami long covid adalah dimulai dengan tahapan wawancara, pemeriksaan fisik, riwayat penyakit sebelumnya, hingga pemeriksaan penunjang oleh dokter-dokter ahli agar dapat menentukan bahwa pasien mengalami gejala long covid.

Dari tahap wawancara, pasien dapat mengeluh terkait gejala-gejala yang dialami setelah dirawat dan diterapi di rumah sakit sebagai pasien terinfeksi COVID-19 dan kemudian pasien dapat dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiologi paru serta laboratorium.

“Dari pemeriksaan laboratorium pun kita harus memeriksa parameter-parameter laboratorium seperti pemeriksaan darah lengkap, penanda proses peradangan dan infeksi, penanda enzim jantung, hingga pemeriksaan molekuler. Pemeriksaan penunjang ini berperan sangat penting untuk membantu klinisi apakah gejala yang dialami pasien adalah gejala COVID-19 atau tidak,” ujar dr. Irhamsyah.

Menurut dr. Nurhayati, kriteria pasien COVID-19 sembuh pada dasarnya adalah melalui pemeriksaan PCR dengan hasil negatif. Namun, terkadang pasien yang telah melakukan perawatan COVID-19 yang cukup lama masih dinyatakan positif dari hasil pemeriksaan PCR. Hasil PCR positif tersebut kemungkinan terjadi karena masih ada serpihan virus yang terdeteksi PCR namun kemungkinan pasien menularkan virus ke orang lain semakin kecil.

“Tentu seseorang dinyatakan sembuh dari COVID-19 jika hasil PCR dinyatakan negatif. Namun, jika tanpa pemeriksaan PCR, biasanya pasien dengan positif COVID-19 dapat mengakhiri masa isolasi setelah menjalani isolasi selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala. Setelah masa tersebut, biasanya potensi penularan virus dari pasien dapat semakin kecil,” jelasnya. (f)


Baca Juga: 
Pola Makan Sehat Untuk Menjaga Imunitas
Happy Hypoxia, Gejala Baru Pasien Positif COVID-19 yang Diam-Diam Mematikan
Obat Favipiravir dan Remdesivir Dapat Digunakan oleh Pasien Covid-19 dalam Kondisi Darurat


Faunda Liswijayanti


Topic

#ingatpesanibu, #3m, #satgas, #covid19, #corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?