
Foto: Pixabay
Osteoporosis merupakan penurunan kualitas dan kepadatan tulang yang dapat membuat tulang lebih rapuh dan mudah patah. Di Asia, Osteoporosis salah satu masalah kesehatan yang paling umum dan mahal. Kenapa mahal, karena penyakit ini mempengaruhi kualitas hidup dan kemandirian penderitanya. Di Indonesia, potensi Osteporosis bisa saja terus meningkat, mengingat diperkirakan 71 juta orang akan berusia di atas 60 pada tahun 2050.
“Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia: 32.3% wanita di Indonesia mengalami Osteoporosis. Persatuan Osteoporosis Indonesia bahkan memperkirakan sekitar 90% dari wanita Indonesia mengalami Osteopenia,” ungkap Kinshuk Kunwar, Direktur PT Bayer Indonesia dan Country Head Consumer Health dalam kegiatan webinar peringatan Hari Osteoporosis Sedunia bersama Bayer dan CDR.
Penelitian International Osteoporosis Foundation menunjukkan, risiko wanita untuk terkena Osteoporosis 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Sebanyak 40,6% wanita Indonesia berusia 20-29 tahun memiliki massa tulang rendah, yang meningkatkan risiko Osteoporosis dan patah tulang dalam 20 tahun ke depan saat mereka mencapai menopause. Proporsi risiko Osteoporosis pada wanita semakin tinggi setelah berusia 55 tahun, sebagian besar disebabkan adanya retak tulang yang berhubungan erat dengan perubahan metabolisme tulang pada umur post-menopause.
Menurut Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, Ketua Peneliti Studi tentang ‘Relevansi Kalsium dan Vitamin D untuk mendukung kesehatan Tulang” sekaligus Pakar Gizi Medik FKUI-RSCM, dalam kehidupannya waniat melewati berbagai fase yang mempengaruhi kepadatan tulang. Puncaknya adalah saat seorang wanita memasuki fase menopause, dimana kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium akan berkurang karena sudah tidak menghasilkan hormon esterogen. “Wanita hamil dan menyusui pun menjadi salah satu kelompok risiko Osteoporosis,” tambah Prof. Saptawati.
Proses Osteoporosis berlangsung dalam jangka panjang sehingga penderitanya kadang tidak menyadari sampai kerusakan benar-benar terjadi. Apalagi Osteoporosis seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, sehingga kerap diabaikan di usia muda. Nyatanya, Osteoporosis bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda sekalipun. Jika kondisi ini tidak dicegah dan ditangani dengan baik, maka dapat berpengaruh pada kualitas hidup penderitanya.
Untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini, Prof. Saptawati menekankan tentang pentingnya asupan nutrisi seperti Kalsium dan Vitamin D. “Vitamin D terlibat dalam penyerapan kalsium di usus halus, tanpa asupan vitamin D yang cukup, bisa jadi penyerapan kalsium tidak maksimal. Vitamin D juga mengoptimalkan dan menjaga kepadatan mineral tulang atau Bone Mineral Density (BMD), dan meningkatkan kekuatan otot,” jelas Prof. Saptawati.
International Journal of Nutrition and Food Science Literatur: “Relevance of Calcium and Vitamin D in Supporting Bone Health: An Expert Panel Recommendation in Indonesia” menyebutkan bahwa Kalsium dan Vitamin D bekerja secara sinergis untuk menjaga kesehatan tulang. Di mana Kalsium bertugas membangun dan memelihara tulang, sedangkan Vitamin D bertugas membantu penyerapan kalsium yang efektif. Sinergi ini terbukti mengurangi risiko Osteoporosis.
Sayangnya, di Indonesia, kandungan nutrisi Kalsium dan Vitamin D dalam pola konsumsi makanannya masih dalam level rendah. Dalam kondisi ini, suplementasi dapat mengimbangi kekurangan asupan Kalsium dan Vitamin D yang direkomendasikan setiap hari. The American Food and Nutrition Board (FNB) dan pedoman International Osteoporosis Foundation (IOF) merekomendasikan peningkatan asupan kedua nutrisi tersebut seiring bertambahnya usia.
Suplementasi dalam proporsi yang memadai dapat mendukung hasil positif dalam kesehatan tulang. Literatur saat ini telah dengan jelas menunjukkan manfaat Kalsium, Vitamin D, dan kombinasi suplemen Kalsium-Vitamin D dalam memenuhi kesenjangan kebutuhan sehari-hari. Suplementasi Kalsium harus selalu diperhatikan terutama untuk anak-anak, remaja, wanita hamil dan lanjut usia. (f)
Baca Juga:
Supaya Tak Sakit Karena Lari Saat Hujan
4 Alasan Olahraga Bisa Cegah Osteoporosis
5 Resolusi Untuk Tulang Sehat
Faunda Liswijayanti
Topic
#osteoporosis, #penyakit, #suplemen


