
Dalam laporan yang dirilis Harvard School of Public Health dan World Economic Forum pada tahun 2015, yang berjudul Economics of Non-Communicable Diseases in Indonesia, diungkapkan bahwa gara-gara penyakit jantung, Indonesia akan mengalami kerugian ekonomi hingga 1,77 triliun dolar AS. Ini karena penyakit jantung di Indonesia sudah menyerang usia yang lebih muda, antara 15 sampai 45 tahun. Padahal, usia tersebut adalah usia ekonomi produktif.
"Gaya hidup tak sehat serta makin banyaknya pekerjaan yang tak membutuhkan banyak aktivitas fisik adalah penyebab usia produktif terserang penyakit jantung,” kata Syahlina Zuhal, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia. “Karena itu penting untuk terus memberikan pengetahuan tentang pencegahan penyakit ini.”
Untuk kampanye ini, YJI kembali menggandeng Omron Healthcare Indonesia untuk kerja sama selama dua tahun ke depan. Sebelumnya kedua institusi ini sudah menjalin kerja sama sejak 2007-2015. “Kami akan terus mendorong kesadaran generasi muda untuk menjalankan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit jantung,” kata Syahlina. (f)




