Health & Diet
Benarkah Makanan Fermentasi Bikin Awet Muda?

28 Jul 2019


 
Foto: shutterstock
 

Lain halnya di Jepang. Masyarakatnya terbukti berkulit bersih dan awet muda, salah satunya berkat produk fermentasi, antara lain suguki (acar lobak) dan miso. Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa ketiga bahan tersebut merupakan sumber bakteri asam laktat yang baik untuk sistem pencernaan.

Makanan fermentasi paling populer di Jepang adalah natto, yang terbuat dari kedelai kukus 
yang difermentasi. Saking larisnya, tiap tahun, sekitar 110.000 ton kacang kedelai diolah menjadi 220.000 ton natto di Jepang.

Dahulu, masyarakat Jepang menggunakan jerami untuk membuat natto. Jerami ini diisi kacang kedelai kukus, kemudian disimpan di tempat hangat serta lembap menggunakan bakteri hidup Bacillus natto. Dalam proses ini, protein dan glusida terurai dan menghasilkan lendir khas natto. Kini, natto telah diproduksi di pabrik-pabrik dengan menyemprotkan Bacillus natto pada kacang kedelai. 

Meskipun aromanya kurang sedap, produk ini bernutrisi. Berbagai zat penting dihasilkan dalam proses tersebut, antara lain vitamin B2 dan K, juga mineral berupa zat besi, kalium, dan kalsium. Terbentuk pula enzim yang baik untuk pencernaan. 

Di Bulgaria, masyarakatnya tetap bugar dan sehat, juga berkulit halus, karena mengonsumsi 
yoghurt kental khas Bulgaria. Kebiasaan yang sudah berlangsung ratusan tahun lalu ini masih tetap bertahan. Masyarakat Bulgaria mampu menjalani hidup modern tanpa menghilangkan sisi tradisional, sehingga Bulgaria dikenal sebagai negara yang mengangkat yoghurt ke mata dunia. 

Gagasan bahwa yoghurt berperan dalam memperpanjang usia berasal dari Pegunungan Rhodope di Bulgaria dengan penduduk berusia 100 tahun terbanyak di dunia. Yoghurt merupakan produk fermentasi berupa susu yang diberi tambahan bakteri hidup, seperti Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, ataupun Bifidobacterium.

Proses fermentasi membuat yoghurt bertekstur kental dengan cita rasa asam segar. Konon,  yoghurt dibuat tanpa sengaja, hadir pada tahun 1700-an saat imigran Turki mempromosikannya ke luar Turki.

Sekarang yoghurt bagian dari gaya hidup sehat. Jika dikonsumsi teratur, maka akan terjadi penurunan berat badan, metabolisme sehat, serta tekanan darah yang lebih baik. Yoghurt juga baik untuk sistem pencernaan, kesehatan tulang, kesehatan kulit wajah dan tubuh, serta kesehatan rambut. (f)

Baca Juga:

Sorgum, Super Food Lokal Pengganti Quinoa
Daun Bangun-Bangun Untuk Ibu Menyusui. Mitos Atau Fakta?
Bosan Coba-coba Aneka Diet? Temukan Yang Tepat Dengan Cek DNA


Berlianti Savitri

Editor: Nuri Fajriati
 


Topic

#foodstory, #healthanddiet, #beautyfood, #fermentasi

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?