Health & Diet
Badai Sitokin Rentan Menyerang Pasien COVID-19 dengan Imunitas Tinggi?

26 Aug 2021

badai sitokin covid19
Foto: Freepik


Istilah badai sitokin pada pasien COVID-19 tengah ramai dibicarakan setelah sebelumnya hampir merengut nyawa presenter Deddy Corbuzier. Padahal ia rajin berolahraga dan menjalankan pola hidup sehat. Sebenarnya apa itu badai sitokin dan mengapa bisa terjadi pada pasien COVID-19 yang imunitasnya relatif tinggi?

Dilansir dari laman Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga, badai sitokin terjadi ketika tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke dalam darah dalam jangka waktu yang sangat cepat. Kondisi ini menyebabkan sel imun menyerang jaringan dan sel yang sehat sehingga mengakibatkan peradangan. Peradangan tersebut dapat membuat organ-organ di dalam tubuh menjadi rusak dan tidak bisa berfungsi. Badai sitokin dapat menyebabkan kematian pada pasien COVID-19.  

Istilah sitokin sendiri merupakan protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi dan penting dalam penanda sinyal sel. Jika sitokin diproduksi secara berlebihan, maka justru akan merusak tubuh. Dalam kondisi normal, sitokin justru membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi virus dan bakteri penyebab penyakit.

Badai sitokin merupakan salah satu komplikasi yang dapat dialami oleh pasien COVID-19. Pasien tersebut harus segera ditangani secara intensif karena kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ dan mengancam nyawa. Konsultan Paru Sub Infeksi RSUP Persahabatan, dr Erlina Burhan MSc SpP(K) menjelaskan, pada prinsipnya, jika ada virus yang masuk ke dalam organ paru di tubuh, maka reaksi yang timbul adalah keluarnya sitokin-sitokin. Ketika virus SARS-CoV-2 memasuki tubuh, sel-sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin. Sehingga, badai sitokin adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh.

Lalu mengapa badai sitokin menyerang orang yang sehat? Secara teori, sesungguhnya reaksi pada orang yang sehat tidak terjadi apa-apa. Tetapi ada beberapa teori yang mengatakan terkadang orang yang sehat respons imunnya berlebihan. Itulah yang memicu timbulnya peradangan dalam tubuh.

Pada pasien COVID-19, badai sitokin menyerang jaringan paru-paru dan pembuluh darah. Kantung udara kecil di paru-paru akan dipenuhi cairan yang menyebabkan pasien COVID-19 kesulitan bernapas. Selain sesak napas, sebagian besar pasien COVID-19 yang mengalami badai sitokin juga akan mengalami demam, kedinginan atau menggigil, kelelahan, nyeri otot dan persendian, pembengkakan di tungkai, mual dan muntah, ruam, serta sakit kepala yang mungkin menyerang pasien COVID-19 di minggu kedua. Hal ini harus diwaspadai dan jangan dianggap sepele. Penanganannya pun perlu dilakukan kasus per kasus. Namun umumnya, pasien COVID-19 yang mengalami badai sitokin ini tergantung pada daya tahan tubuh atau sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus yang masuk. Apabila daya tahan tubuh kuat, virus yang masuk bisa dikalahkan dan pasien dapat sembuh. (f) 


Baca Juga: 
Atasi Brain Fog Setelah COVID-19 dengan 5 Cara Ini
Menjalani Isolasi Mandiri, Perhatikan 13 Hal Ini
4 Gejala Baru Mutasi Virus Corona



Topic

#badaisitokin, #covid19, #imunitas

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?