Health & Diet
Ayam Broiler Disuntik Hormon, Fakta atau Hoax?

4 Nov 2020


Foto: Pixabay


Protein hewani merupakan asupan nutrisi penting bagi manusia, karena kandungan asam aminonya yang lengkap. Salah satu sumber makanan dengan kandungan protein hewani tinggi tersebut adalah daging ayam. Dengan harga yang terjangkau dan relatif mudah diperoleh, daging ayam dan produk olahannya kini telah memiliki banyak varian.

Sayangnya, dibandingkan negara tetangga, konsumsi protein masyarakat Indonesia masih jauh tertinggal. Data Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2017 menyebutkan, bahwa dari total konsumsi protein, konsumsi protein hewani Indonesia hanya 8%, sementara Malaysia mencapai 30%, Thailand 24%, dan Filipina 21%.

Padahal saat ini daging ayam yang ada di pasaran cukup variatif jenisnya. Ada ayam pejantan, ayam broiler, ayam kampung, ayam negeri, hingga ayam organik dengan harga bervariasi.

Rendahnya minat masyarakat untuk mengonsumsi protein hewani ini juga dipengaruhi oleh banyaknya persepsi miring tentang daging ayam. Tak sedikit orang yang enggan mengonsumsi daging ayam, terutama ayam broiler karena ragu terhadap jaminan kesehatan, keamanan, dan kehalalannya.

Menjawab hal tersebut, drh. Syamsul Ma’arif, M.Si, Direktur Kesmavet Kementerian Pertanian dalam edukasi tentang daging ayam via webinar yang diprakarsai PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA), sebuah perusahaan agribisnis nasional bertaraf internasional penghasil protein hewani pada Rabu (4/11/2020) mengatakan pemerintah telah menerapkan sertifikasi terhadap produk-produk hewan yang beredar di pasaran untuk menjamin keamanan dari sisi kesehatan dan ketentraman batin konsumen dari sisi kehalalan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner Unit Usaha Produk Hewan. Beleid ini merupakan pengganti dari Permentan No. 381 Tahun 2005 tentang Pedoman Sertifikasi Kontrol Veteriner Unit Usaha Pangan Asal Hewan. Nomor Kontrol Veteriner (NKV) adalah nomor registrasi unit usaha produk hewan sebagai bukti telah dipenuhinya persyaratan higienis dan sanitasi. “Dengan adanya label NKV, maka telah dijamin, karena menerapkan sinergi manajemen pemeliharaan peternakan yang baik sampai produk di meja makan (safe from farm to table),” jelas drh. Syamsul.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. drh. Denny Lukman, MSi, Ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner IPB mengungkapkan, salah satu isu yang menimbulkan ketakutan masyarakat untuk mengkonsumsi ayam broiler adalah pemberian hormon pertumbuhan (growth hormone).

Padahal, pelarangan penggunaan hormon bagi hewan konsumsi termasuk pada ayam broiler ini telah secara tegas disebutkan dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. "Ayam broiler tidak pernah diberi hormon, ayam broiler cepat tumbuh karena pola budidaya yang baik dan pemberian pakan yang diatur," ujar Dr. Denny.

Penerapan sistem rantai dingin (cold chain system) yang benar menjadi kunci utama agar kualitas daging ayam broiler dapat terjaga. Suhu kurang dari 4 derajat celcius akan mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan menghambat aktivitas enzim pada daging. “Daging yang disimpan dalam pendingin tidak mengurangi kandungan gizi dan tidak menurunkan mutu," jelas Denny.

Menurut Sigit Pambudi, Head of Marketing RPA - Wilayah Barat PT Ciomas Adisatwa, proses produksi ayam broiler yang diterapkan JAPFA misalnya, sudah terstandar secara ketat dari hulu hingga hilir. Perusahaan sangat memperhatikan sistem jaminan pangan mulai dari kandang yang memiliki serifikat Kompartemen Bebas AI, memliliki Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang terintegrasi dengan gudang pendingin (cold storage). 

Selain itu, JAPFA juga mengantongi NKV, sertifikat halal, sertifikat Juru Sembelih Halal (Juleha), HACCP hingga Food Safety System Certification (FSSC). Dengan sertifikasi dan standar ini, JAPFA telah memberi jaminan ketersediaan daging ayam broiler ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) bagi konsumen. Sigit berharap, dengan semakin bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat daging ayam broiler ini, tingkat konsumsi protein di tanah air semakin meningkat. (f)

Baca Juga: 
Teriyaki Wings Teknik Panggang dengan Resep Bumbu Oles Paling Enak!
Naughty by Nature, Restoran Lifestyle Dining Pertama KFC
Chicken Parmigiana dengan Urap Buatan @masak2dengannick
 


Faunda Liswijayanti


Topic

#ayam, #dagingayam

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?