Health & Diet
Atur Pola Makan untuk Jaga Kesehatan Jantung

3 Oct 2016


Foto: 123RF

 
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), terdapat 17,5 juta kematian atau sekitar 31 persen dari jumlah kematian di seluruh dunia per tahun akibat penyakit kardiovaskular. Ya, penyakit jantung memang masih menjadi momok yang menakutkan. Salah satu penyebab penyakit ini adalah pola makan yang tidak sehat, yaitu kebanyakan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh serta nutrisi tidak seimbang.

Berikut ini penjelasan dr. Andria Priyana, SpJp dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta dan ahli gizi Jansen Ongko, MSc,. RD  mengenai  pola makan dan makanan yang mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan jantung.  
 
JAGA POLA MAKAN
Serangan jantung umumnya disebabkan oleh 2 hal, yaitu  kelainan irama jantung yang berkaitan dengan kelistrikan jantung dan penyumbatan pembuluh darah (penyakit jantung koroner). Kelainan irama jantung tidak berhubungan dengan nutrisi. Di antara keduanya, serangan jantung koroner menjadi penyebab tertinggi.

Munculnya penyakit jantung koroner atau penyumbatan pembuluh darah pada jantung  disebabkan oleh beberapa faktor risiko, seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan kadar kolesterol yang tinggi. Faktor-faktor risiko itu muncul karena pengaruh makanan. “Secara langsung atau tidak langsung, makanan memang dapat memengaruhi kesehatan jantung,” kata dr. Andria.

Selain faktor risiko tersebut, kurangnya akitivitas fisik juga menjadi penyebab. Maka, sekalipun seseorang menjalani diet ketat,   bila tidak didukung oleh aktivitas fisik, tetap saja berisiko.

Faktor lain yang tak boleh dilupakan adalah riwayat genetis. “Kalau salah satu orang tua mengalami serangan jantung pada usia muda, antara 40-50 tahun, seseorang harus waspada. Lakukan tindakan seperti medical check-up dan menjaga pola makan,” saran dr. Andria.

Menurut literatur kesehatan, proses terbentuknya plak atau tumpukan lemak di pembuluh darah mulai terjadi di usia remaja, sekitar usia 18 tahun. Pada usia inilah sebaiknya seseorang mulai menjaga pola makan. Karena itu, sangat dianjurkan untuk menjaga pola makan sedini mungkin. “Makin dini mengonsumsi makanan sehat,  makin baik. Kebiasaan itu akan terbawa hingga dewasa,” kata Jansen.

Menjaga pola makan sejak usia anak-anak memang sangat penting. Sebab, anak-anak sangat rentan mengalami obesitas yang merupakan faktor terjadinya penyakit jantung.
Para ahli jantung merekomendasikan  makanan yang baik untuk jantung adalah makanan yang rendah lemak jenuh, rendah natrium (garam), dan makanan-makanan yang tinggi serat.

“Dianjurkan untuk memakan makanan yang mengandung lemak polyunsaturated (lemak tak jenuh jamak). Lemak ini biasanya ditemukan pada kacang-kacangan, biji-bijian seperti kedelai dan almond, minyak atau biji bunga matahari, minyak zaitun, dan minyak jagung. Terdapat juga  dalam produk susu yang rendah lemak,” tutur dr. Andria.  

Makanan yang sebaiknya dibatasi untuk dikonsumsi adalah makanan cepat saji, makanan yang mengandung lemak jenuh seperti mentega, makanan yang tinggi garam seperti pizza, sup, dan sandwich. Produk-produk hewani, seperti mentega, daging olahan seperti produk kalengan dan sosis, selain mengandung lemak jenuh juga mengandung natrium yang tinggi.
Bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung, menjaga pola makan sangat diperlukan. Biasanya, para ahli jantung menganjurkan program DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), yaitu pola makan sehat yang didesain untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Program ini berkonsentrasi pada konsumsi sayuran segar, buah-buahan, produk susu rendah lemak, dan jenis protein yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan sekaligus mereduksi (mengurangi) lemak dalam tubuh. Kadar potassium (kalium) yang dikonsumsi sehari-hari pun harus diperhatikan agar tidak melebihi batas yang dibutuhkan oleh tubuh. Kadar kalium yang tinggi dalam tubuh akan mengganggu irama jantung dan dapat mengganggu kesehatan ginjal.

Begitu juga bagi Anda yang gemar berolahraga rutin, teratur, bahkan berat. Mengatur pola makan juga penting. Ingat bahwa tubuh bukanlah sebuah saluran yang membuang kalori sebanyak-banyaknya demi bisa makan sebanyak-banyaknya. Jangan hanya mempertimbangkan kalori, tetapi lihat juga jenis makanan yang dikonsumsi. Hitung dan pertimbangkan kandungan nutrisi dan lemak yang ada di dalamnya.

Misalnya, Anda lebih memilih makanan yang rendah kalori, bahkan kalorinya lebih rendah dari kalori yang sudah dibuang saat olahraga. Namun, makanan tersebut ternyata mengandung lemak tinggi, yang bisa berpengaruh pada kesehatan jantung, seperti hamburger lengkap dengan sausnya. Jumlah kalorinya mungkin sama dengan sepiring nasi dan sayur, tapi lemak jenuh yang terkandung dalam hamburger lebih tinggi. 
 
“Olahraga rutin hanya untuk membantu program diet atau pola makan yang baik. Jangan pernah berpikir dan termotivasi untuk berolahraga lama dan berat, untuk bisa memakan makanan sesuka hati,” katanya. (f)


Topic

#kesehatanjantung

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?