Health & Diet
Atasi Brain Fog Setelah COVID-19 dengan 5 Cara Ini

19 Aug 2021


Foto: Freepik
 

Studi baru di Inggris melaporkan adanya kemungkinan efek negatif yang substansial pada kecerdasan akibat infeksi COVID-19. Studi ini didasarkan pada temuan brain fog atau kabut otak yang konsisten muncul dalam gejala Long COVID. Para peneliti menganalisis data dari 81.337 orang yang mengikuti Great British Intelligence Test pada tahun 2020. Hasilnya, mereka yang sebelumnya terinfeksi virus COVID-19, merasa lebih sulit untuk menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan penalaran, pemecahan masalah, dan perencanaan tata ruang.

Hasil ini, menurut para peneliti, sesuai dengan laporan gejala Long COVID, di mana brain fog atau kabut otak, kesulitan berkonsentrasi, dan kesulitan menemukan kata-kata yang benar merupakan hal yang biasa. Gejala Long COVID memang menjadi isu yang ramai dibicarakan masyarakat hingga saat ini. Kondisi berupa gejala sakit berkepanjangan yang diderita pasien penyintas meski sudah dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes ini tidak akan menularkan gejala yang sama ataupun virus kepada mereka yang berada di sekitarnya. Namun menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito tetap perlu diwaspadai.

Menurut Harvard Health Publishing, ada banyak cara COVID-19 dapat merusak otak. Selain efek langsung pada otak, COVID-19 juga dapat memiliki efek jangka panjang pada sistem organ lain. Efek yang berkepanjangan ini termasuk kelelahan, nyeri tubuh, ketidakmampuan untuk berolahraga, sakit kepala, dan kesulitan tidur. Beberapa dari masalah ini mungkin disebabkan oleh kerusakan permanen pada paru-paru, jantung, ginjal, atau organ lainnya. Kerusakan pada organ-organ ini—atau bahkan hanya gejalanya saja—dapat mengganggu pemikiran dan memori yang menyebabkan brain fog.

Lalu apa yang harus dilakukan jika Anda mengalami brain fog setelah sembuh dari COVID-19? Hal pertama dan terpenting yang harus dilakukan adalah menemui dokter Anda dan memberitahukan semua gejala yang Anda alami. Selain itu, Anda juga bisa “membersihkan” kabut di otak dengan beberapa aktivitas yang tentunya membantu mempertajam pikiran dan ingatan seperti berikut.

1/ Lakukan latihan aerobik

Anda mungkin bisa memulainya dengan perlahan, cukup dua hingga tiga menit beberapa kali sehari. Meskipun tidak ada waktu olahraga yang diharuskan untuk meningkatkan kesehatan otak, umumnya Anda disarankan untuk berolahraga selama 30 menit sehari, lima hari dalam seminggu.

2/ Diet ala Mediterania

Diet mediterania disebut sebagai diet terbaik di dunia oleh US News and World Report tahun 2019. Bahkan UNESCO menyebutkan bahwa diet mediterania sebagai Cultural Heritage of Humanity. Untuk diet jenis ini, konsumsi berbagai makanan sehat, seperti minyak zaitun, buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta gandum yang telah terbukti meningkatkan ketajaman pikiran, memori, dan kesehatan otak. 

3/ Hindari alkohol dan obat-obatan

Berikan otak Anda kesempatan terbaik untuk sembuh dengan menghindari zat yang dapat mempengaruhi kinerjanya.

4/ Tidur nyenyak

Tidur adalah waktu di mana otak dan tubuh dapat membersihkan racun dan bekerja menuju penyembuhan. Pastikan Anda memberikan tubuh Anda tidur yang dibutuhkannya, minimal 7-8 jam di malam hari.

5/ Berpartisipasi dalam aktivitas sosial

Manusia merupakan makhluk sosial. Berpartisipasi di dalam kegiatan-kegiatan bersama orang lain tidak hanya bermanfaat bagi suasana hati kita, tetapi juga membantu pemikiran dan ingatan kita.

Lakukan juga berbagai aktivitas lainnya yang membantu merangsang kognitif Anda, seperti mendengarkan musik, meditasi mindfulness, dan berlatih menjaga sikap mental yang positif. (f) 


Baca Juga: 
Kenali Parosmia, Gejala Baru Long COVID-19
5 Tip Merawat Kesehatan Mental di Tengah Pandemi
Mengenal 4 Gejala COVID-19, Yang Tidak Awam Didengar

 

 



Topic

#longcovid, #covid19, #brainfog, #diet, #corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?