
Foto: Fotosearch
Iya, olahraga lari memang lagi booming, dan pastinya Anda pun nggak mau ketinggalan untuk mengikutinya. Apalagi, lari termasuk olahraga yang sangat hemat biaya. Manfaatnya juga banyak: membakar kalori, menyehatkan jantung, dan melatih otot tubuh. Tapi ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum berlari, nih.
Cek jarak dan tujuan
Menurut dr. Michael Triangto, SpKO, jika tujuan Anda hanya untuk bugar, nggak perlu lari mati-matian dengan jarak jauh. Cukup jalankan lari jarak pendek dengan kecepatan yang stabil. Terlalu memaksakan diri malah berisiko nyeri lutut.
Makan minimal satu jam sebelumnya
Jarak makan yang terlalu dekat dengan waktu berlari membuat kemampuan berlari Anda rendah karena makanan belum tercerna maksimal.
Gunakan sepatu lari!
Betul, bukan sneakers. Sebabnya sepatu lari memiliki bantalan yang empuk sehingga mencegah cedera saat mendaratkan kaki sewaktu berlari.
Pilih pagi
Lari membuat suhu tubuh lebih panas sehingga badan lebih berstamina dan terjaga. Nggak heran jika lari malam hari akan membuat Anda susah tidur. Mendingan pilih pagi hari dengan udara yang lebih segar.
Jangan mendarat pada tumit
Saat berlari, daratkan kaki bagian depan dahulu, bukan tumit. Benturan tumit pada aspal menyebabkan nyeri di pergelangan kaki, lutut, panggul, dan pinggang.
Jalan santai usai berlari
Usai lari produksi asam laktat meningkat—menyebabkan otot terasa sakit—sehingga tubuh butuh pendinginan. Jalan kaki 15 menit sudah membantu, kok. (f)
Baca juga:
- 7 Rahasia Sukses Bakar Kalori dengan Latihan Treadmill
- 4 Persiapan Sebelum Lari Maraton
- Persiapan Fisik Mengikuti Maraton
Saparinah Mumpuni
Topic
#persiapanlari


