
Foto: Fotosearch
Sudah berjuang mati-matian untuk mengerem porsi makan, tapi pas berdiri di atas timbangan, berat badan tidak berkurang. Jangan putus asa, soalnya ada beberapa faktor yang menyebabkan susahnya punya tubuh semampai.
Tubuh pasif
Ganti, deh, aktivitas nonton DVD seharian dengan 'berolahraga', misalnya beresin kamar atau menyapu halaman rumah. Begitu juga saat bekerja, daripada menggunakan lift, mending naik tangga jika tempat tujuannya hanya berbeda satu atau dua lantai.
Pola makan 'asal'
Demi menurunkan berat tubuh, kita sering melewatkan sarapan. Salah, banget, tuh! Bisa-bisa pas makan siang kita jadi kalap. Nambah porsi nasi dan menumpuk lauk. Sebaiknya, sih, tetap makan tiga kali sehari. Porsi boleh dikurangi asal gizi tetap seimbang. Misalnya, sarapan oatmeal, makan siang dengan nasi dan lauk pauknya, plus makan malam dengan sup dan buah.
Makanan pembuat onar
Beberapa dari kita mungkin nggak ngeh bahwa sedang menderita food intolerance. Artinya, nih tubuh kita kekurangan enzim sehingga sulit mencerna protein yang terdapat dalam makanan tertentu, atau sensitif terhadap terhadap zat tambahan makanan. Hasilnya, kadar air dalam tubuh meningkat dibarengi dengan bertambahnya berat tubuh.Jagung, telur, kedelai, dan kacang-kacangan paling sering jadi 'penjahatnya'. Gejalanya: sembelit, perut kembung, dan diare. Jika mengalaminya, kurangi, deh, porsi makanan-makanan tersebut.
Obat 'penimbun' lemak
Jangan salah, tubuh 'berisi' bisa jadi efek samping dari obat-obatan yang kita minum. Misalnya, obat anti-depresi, steroid, atau pil KB. Hal ini bisa terlihat beberapa mingu setelah kita mengonsumsinya.
Hormon nggak maksimal
Menurunnya fungsi hormon thyroid bisa menyebabkan tubuh gemuk. Hormon ini berperan untuk proses metabolisme tubuh alias penggunaan energi. Kurangnya metabolisme tentu saja bikin lemak menumpuk. Pergi saja ke dokter penyakit dalam untuk melakukan tes hormon dan memeriksa kadar hormon tyhroid di dalam tubuh kita.(f)
Topic
#susahlangsing


