
Foto: Fotosearch
Inilah penjelasannya kenapa metabolisme kita bisa melambat.
Memiliki gangguan pencernaan. Hal ini dikarenakan zat gizi yang dibutuhkan tidak terserap secara optimal, sehingga memungkinkan untuk malnutrisi. Asupan zat gizi yang tidak memadai akan menghambat metabolisme tubuh.
Kurang olahraga. Saat berolahraga metabolisme akan meningkat dengan membakar lebih banyak energi. Sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan suplai oksigen ke otak juga tercukupi. Dengan berolahraga, kesehatan jantung juga menjadi lebih baik. Darah yang dipompakan dalam satu kali denyutan akan lebih banyak dan kerja jantung menjadi lebih efisien. Keseluruhan kondisi ini membuat tubuh kita mampu untuk beraktivitas fisik lebih kuat.
Kurang istirahat. Secara tidak langsung kurang istirahat membuat metabolisme terganggu. Saat tidur adalah saat tubuh meregenerasi sel dan mengistirahatkan tubuh untuk melakukan aktivitas di kemudian hari. Kurangnya istirahat membuat orang malas untuk bergerak dan cenderung makan secara berlebihan sebagai bentuk kompensasi dari rasa lelah yang dirasakannya.
Gaya hidup yang buruk. Tidak menjaga pola makan dengan baik dan merokok juga dapat memperlambat metabolisme tubuh. Sebagai contoh, pola makan yang buruk dikombinasikan dengan kebiasaan merokok akan meningkatkan risiko terjadinya penimbunan plak pada dinding pembuluh darah. Adanya plak membuat pembuluh darah menyempit sehingga jantung perlu bekerja lebih keras untuk mengatasi hal tersebut. Kondisi ini membuat tubuh mudah lelah sehingga aktivitas fisik orang yang gaya hidupnya buruk tidak seaktif mereka yang sehat.
Diet ketat. Saat menjalani diet ketat, asupan makanan yang masuk akan berkurang sehingga mengalami defisit kalori. Defisit kalori memicu metabolisme tubuh menyesuaikan terhadap perubahan yang terjadi, kondisi ini disebut adaptive thermogenesis, atau lebih populernya starvation mode atau survival mode. Menurunnya metabolisme otomatis membuat kebutuhan kalori harian juga ikut menurun sehingga tubuh butuh asupan makanan lebih sedikit untuk bertahan hidup. Dengan kondisi tubuh yang hanya membutuhkan sedikit makanan, makan dengan jumlah kalori yang sama besarnya seperti sebelum memulai diet ketat pun sudah berpotensi menyebabkan surplus kalori. (f)



