
Foto: Dok. Femina Group
Rendang adalah salah satu makanan favorit dan populer di Indonesia. Rasanya yang gurih, membuat masakan khas Sumatera Barat ini selalu disukai kehadirannya, baik dalam menu makan sehari-hari hingga saat-saat istimewa sepeti pesta keluarga hingga lebaran. Tapi, bagaimana dari sisi gizi?
Pakar Gizi dan Kebugaran dari Lagizi, Jansen Ongko, MSc., RD, mencermati rendang dari bahan dasar dan proses pembuatannya, yaitu bahan dasar daging sapi yang dimasak dengan aneka bumbu rempah dan santan kelapa. “Biasanya rendang terasa lebih nikmat apabila dipanaskan berulang-ulang. Sayangnya, ada konsekuensi di balik itu,“ ujarnya. Apa saja?
- Kualitas protein pada daging akan menurun jika dipanaskan berulang kali, apalagi sampai berubah warna menjadi hitam dan mengering.
- Lemak yang terkandung pada daging dan santan akan mengalami proses oksidasi sehingga dapat meningkatkan jumlah radikal bebas, yang berpotensi menyebabkan plak yang mempersempit atau bahkan menyumbat pembuluh darah.
- Kandungan zat besi dalam daging yang dipanaskan terus menerus juga akan mengalami oksidasi dan menghasilkan radikal bebas yang bisa merugikan kesehatan di masa depan.
Topic
#tipsehat


