Gadget
Meski Jumlahnya Sudah Ribuan, Emoji Tidak Bisa Menggantikan Komunikasi Tatap Muka

28 Dec 2017


Foto: Pixabay
 
Di tengah budaya komunikasi teks di era digital, kehadiran emoji mewakili ekspresi berbagai emosi yang menutup absennya mimik wajah dan intonasi suara. Mulai dari wajah sedih, senang, marah, tertawa, menangis, emoji berkembang pesat.

Berawal dari 176 karakter emosi, kini emoji telah berkembang lebih dari 2.666 jenis ekspresi! Seberapa jauh emoji bisa mewakili perasaan kita yang sesungguhnya?

Dalam buku The Emoji Code, VyVyan Evans yang juga pakar linguistik kognitif, mengatakan
bahwa simbol dalam emoji bekerja mirip seperti isyarat nonverbal dalam interaksi tatap muka, seperti bahasa tubuh, intonasi, dan ekspresi wajah. Sehingga, mampu mengomunikasikan mood dan emosi dalam pesan saat lawan bicara tidak melihat gerak tubuh kita.

“Sekitar 70 persen dari makna percakapan lisan berasal dari isyarat nonverbal. Emoji menambahkan kepribadian pada teks dan menghasilkan empati pengguna, yang penting untuk menghasilkan komunikasi yang efektif,” tutur Vyvyan, tentang esensi keberadaan emoji
dalam budaya komunikasi teks.

Namun demikian, emoji tidak serta-merta mampu menggantikan fungsi komunikasi tatap muka, komunikasi paling kaya. Karena, dengan berbincang tatap muka, ada variabel lain yang melengkapi. Tidak sebatas pada apa yang kita dengar saja, tapi juga kombinasi dari apa yang kita lihat, seperti ekspresi wajah dan gestur. Pesan jadi lebih lengkap dipahami,” jelas Firman.

Sebuah penelitian menarik tentang peran emoji terhadap perilaku manusia pernah dilakukan oleh psikolog dari Edge Hill University, Dr. Linda Kaye. “Simbol-simbol ini memang tidak murni dapat menunjukkan sisi emosional seseorang, tapi bisa menambahkan kejelasan pada komunikasi yang terjadi pada pesan berbasis teks,” jelas Linda.

Jawaban, “Terserah kamu,” oleh seorang wanita kepada kekasihnya yang berpamitan untuk nobar pertandingan bola dengan teman-temannya, misalnya. Jawaban ini menjadi sangat ambigu dan memiliki makna berlapis, antara memiliki arti setuju atau marah.

Namun, penambahan emoji dapat memberikan kode terhadap tafsiran terdekat yang mewakili perasaan sang wanita. Sehingga, kesalahpahaman dalam komunikasi pun bisa diminimalkan.

Terlepas dari pro kontra efektivitas penggunaan emoji untuk mengekspresikan emosi dalam komunikasi digital, tepat atau tidaknya penggunaan karakter bergambar ini sangat bergantung kepada siapa kita akan mengirimkan pesan dan emoji tersebut, serta bagaimana kita memahami konteks yang dibicarakan.

“Pastikan bahwa antara pengirim dan penerima pesan memiliki kesepakatan makna tentang emoji yang dikirimkan tersebut. Sesuaikan juga penggunaan emoji dengan konteks yang sedang dibicarakan. Karena jika tidak, bisa salah penafsiran,” ujar Firman, mengingatkan. (f)

Baca juga:
Sejarah Seribu Wajah Emoji, Si Imut yang Mewakili Rasa Hati Dalam Chat Sehari-Hari


Topic

#gadget, #emoji, #psikologi

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?