
Foto: LinkedIn
Peristiwa peretasan akun LinkedIn besar-besaran yang terjadi pada 2012 lalu, hingga kini masih menyisakan masalah bagi penggunanya. LinkedIn adalah jejaring media sosial untuk para profesional yang kini beranggotakan 433 juta akun. Pihak LinkedIn hari ini (19/5) mengumumkan, data hasil retasan yang di dalamnya terdapat lebih dari 100 juta data pengguna akun LinkedIn (termasuk e-mail dan kata kunci), dipublikasikan secara daring (online). Posting-an ini bisa mengancam akun para pengguna, sehingga siapa pun yang berniat jahat, mudah saja masuk dan meretas akun pengguna.
Sekadar mengingatkan, pada tahun 2012, peretas berhasil masuk ke jaringan LinkedIn dan mencuri 6,5 juta kata kunci yang terenkripsi, lalu mem-posting-nya di forum peretas Rusia. Menurut laporan dari media Motherboard, seorang peretas dengan nama “Peace” berusaha menjual e-mail dan kata kunci milik 117 pengguna LinkedIn dalam pasar gelap web dengan harga sekitar 2200 dolar AS (Rp29 juta), yang dibayarkan dengan bitcoin.
Sebetulnya data yang berhasil diretas berjumlah 167 juta akun, tetapi hanya 117 juta di antaranya yang lengkap dengan e-mail dan kata kunci yang terenkripsi. Motherboard menyebut, 90% kata kunci itu bisa di-crack dalam waktu 72 jam. Meski peristiwa ini sudah berlalu selama beberapa tahun, akan tetapi, tidak menutup kemungkinan masih banyak pengguna LinkedIn yang menggunakan kata kunci yang sama dari tahun 2012.
Jadi, bagi Anda yang memiliki akun Linkedin, apakah fakta ini perlu dicemaskan? Jika Anda sudah memiliki akun LinkedIn sejak tahun 2012, dan hingga sekarang Anda belum pernah mengganti kata kuncinya, atau kata kunci tersebut juga anda gunakan untuk media sosial Anda yang lainnya, maka Anda perlu berhati-hati.
Pihak LinkedIn mengatakan bahwa pihaknya sudah meningkatkan level keamanan sejak peristiwa itu. Akan tetapi, demi keamanan, ada baiknya segera ganti kata kunci akun LinkedIn Anda. Begitu juga, jika Anda menggunakan kata kunci yang sama untuk media sosial lainnya, lebih baik diganti dengan kata kunci yang baru.
"Kami mengimbau pada para pengguna, untuk membuka laman safety center guna mempelajari cara melakukan dua tahap verifikasi akun, dan menggunakan kata kunci yang kuat agar akun mereka seaman mungkin." tulis LinkedIn dalam pernyataan resminya hari ini. (f)
Berikut adalah 20 kata kunci paling umum yang ditemukan di LinkedIn.





