
Foto: Vine, Ilustrasi: Petty Galuh
Kabar ini langsung menjadi topik hangat di Twitter yang ramai dengan tagar #RIPVINE. Hal itu semakin disorot karena belum lama berselang Twitter baru mengumumkan akan mengurangi tim globalnya sebanyak 9%. September lalu, perusahaan yang digawangi oleh Jack Dorsey itu juga dikabarkan akan dijual dan sedang melalui proses lelang kepada Salesforce, Google, atau Disney.
Twitter membeli aplikasi Vine senilai 30juta dolar AS. Di awal kelahirannya pada 2012, Vine banyak berisi video berkualitas rendah. Namun, Vine perlahan mulai menemukan fans setianya. Video-video (sangat) pendek di Vine menarik karena sebagian besar berhasil merekam momen-momen lucu di Twitter.
Baca juga: Selama aplikasi ini berjalan, tercatat ada ratusan juta video dalam berbagai tema yang telah diunggah sekitar 200 juta pengguna aktif setiap bulannya. Seperti aplikasi media sosial lainnya, Vine telah melahirkan subkulturnya sendiri, dengan selebritas Vine yang memiliki jutaan follower yang mendapatkan penghasilan dari ketenaran mereka di platform ini.
Kategori video yang paling populer di antaranya music & dancing, weird, dan animals. Situs Vine dan video yang telah diunggah masih tetap bisa diakses dan diunduh jika ingin menyimpannya dalam dokumentasi pribadi, dan para pengguna akan mendapat notifikasi lebih lanjut jika ada perubahan. (f)
Topic
#Gadget


