
Dok.TN
Setelah dirilis tahun 2014, moscato di bawah merek Dragonfly kini mendapatkan komposisi baru yang kian sehati dengan selera konsumen terbesarnya, yakni wanita aktif dan kalangan baru peminum wine.
Wine memang telah menyesap ke dalam lifestyle di kota-kota besar di Indonesia, terutama di Jakarta dan Bali. Sore hari di kala weekend atau selepas kerja untuk menebus penat, wine mulai ditemui di atas meja. Di saat-saat itu, wine yang ringan, cenderung manis, mendominasi pilihan konsumen.
Mengacu pada target market tersebut, winemaker James Kalleske meramu moscato yang lebih manis untuk merek wine keluaran PT Hatten Bali, ini. Kadar alkoholnya ringan. Dibanding ABV* wine yang umumnya berkisar 14-17%, ABV wine olahan anggur Australia Selatan ini hanya 8%. Sementara unsur sparkling-nya menimbulkan efek segar.
Moscato ini memiliki aroma nanas, melon, dan dried peach. Aftertaste-nya segar, berjejak rasa apel, pir, dan sitrus.

Dok. TN
Di tengah peluncuran Dragonfly - Moscato di The Maj - Senayan National Golf Club, CEO PT Hatten Bali, Ida Bagus Rai Budarsa, juga memperkenalkan Dragonfly - Cabernet Shiraz, jenis red wine yang dibuat lebih manis. Wine ini bakal menjadi variasi tambahan bagi penikmat wine manis.
Sebagai brand lokal, Ida Bagus optimis Dragonfly akan merambah pasar internasional, berbekal dedikasi tinggi dan bahan pilihan. (f)
Baca juga:
Kandas Sarai dari Dayak, Sambal Pakai Batang Serai Muda
3 Chef Internasional Akan Hadirkan Makanan Indonesia di London
Trifitria Nuragustina
Topic
#hattenwine, #hattenbali, #dragonflymoscato, #winefrombali, #socialdrinker




