
Dok.Pexels
Ketika pandemi menghantam, bisnis kedai kopi yang merebak ikut merasakan dampaknya.
Produk kopi literan, menjadi cara menjaga bisnis tetap berjalan. Umumnya, kemasannya adalah 500 ml dan 1 liter.
Bahkan, banyak dari mereka yang mendadak berbisnis kuliner rumahan, menjadikan kopi literan sebagai produk perkenalan dan diunggulkan. Semuanya ikutan ke hype-nya kopi literan. Praktis diproduksi, ekonomis bagi konsumennya.
Pencari celah baru mencari racikan jenis nonkopi untuk menghindari persaingan tinggi. Dari green tea latte, flavored milk (taro hingga red velvet), atau minuman cokelat. Pangsanya terutama remaja (gen-z), dibidik dengan bantuan label yang kekinian.
Ini beberapa inspirasi layak coba:

Foto: Dok. Prigel Kombucha
KOMBUCHA
Minuman sehat fermentasi. Bisa dibuat secara skala rumahan, menggunakan 'jamur' scoby. Disebut-sebut punya khasiat menyehatkan pencernaan dan fungsi usus, sehingga mendukung imunitas tubuh.
Cita rasanya asam, segar. Bisa dicampur jus dan difermentasi ke tahap kedua agar bersoda (melalui karbonasi alami). Cocok dipasarkan ke kalangan sehat.




