Food Trend
Milenial Lebih Pilih Grocery Shopping Secara Online? Ini Buktinya

11 Jul 2019


(ki-ka): Guillem Segarra, Johan Antlov, dan Fajar Budiprasetyo. 


Teknologi memungkinkan hidup berjalan lebih praktis, termasuk mengandalkan urusan belanja kebutuhan rumah tangga pada aplikasi online.
 
Kepekaan aplikasi HappyFresh, sebuah start up Tanah Air dalam menangkap kebutuhan ini telah membuatnya merambah ke Malaysia dan Thailand. “Di Asia Tenggara, bisnis belanja kebutuhan sehari-hari secara daring sedang berada pada momentum pertumbuhan tertingginya,” ujar David Lim, VP Marketing HappyFresh.
 
Beberapa waktu lalu, berlangsung di kantor pusatnya di Jakarta, HappyFresh meluncurkan tampilan baru yang lebih muda. Sedari dulu, pangsa milenial memang disasar app ini. Eat smart, gaya hidup sehat, hingga kepedulian lingkungan, menjadi pesan yang ingin melekat pada HappyFresh.
 
Dipilih slogan ‘Freshly Handpicked’, diikuti logo dan wajah maskot Apple Boy yang baru. Perubahan tidak dilakukan 180 derajat, karena mereka tidak ingin membuat user tidak lagi mengenali HappyFresh.
 
Menurut co-founder dan CTO Fajar Budiprasetyo, hasil market research menunjukkan milenial lebih memilih servis milik brand yang impactful pada lingkungan. Karenanya, HappyFresh menggunakan hanya kardus biodegradable dan kantung biodegaradable oxium yang bisa terurai 100% dengan sendirinya.
 
“Our expectation is to drive that change of what we believe millennials of every single generation deserve when it comes to grocery shopping,” ujar CEO HappyFresh Guillem Segarra.
 
Cara kerja app ini memang dicari-cari generasi masa kini yang tidak jengah berbelanja tanpa menyentuh produk. Menelusuri ‘rak-rak’ online dan berbelanja hanya dengan mengklik, nyatanya disukai. User bisa melakukan aktivitas lainnya atau ‘duduk manis’ selagi belanjaan diantar ke tujuan.
 
“Ini sangat berbeda dengan budaya belanja generasi sebelumnya,” ujar Fajar. Ia ingin HappyFresh menjadi platform grocery shopping pertama yang dirasakan milenial.
 
Berangkat dengan Ranch Market sebagai partner pertamanya, start up ini berkembang dengan kerjasamanya kini bersama 34 supermarket partner, 268 supermarket store, dan 99 specialty store.
 
Tiap pesanan dibelanjakan oleh personal shopper utusan HappyFresh. Di tempat-tempat belanja yang menjadi pilihan banyak user, personal shopper ini standby di lokasi. “Mereka terlatih dalam menguasai bahan-bahan segar. Semisal, dalam memilih avokad, manggis, mangga, hingga pisang yang matang,” ujar Fajar. Mengecek tanggal kadaluarsa jadi hal lain yang dilakukan.
 
Personal shopper bakal chatting atau menelfon user jika ada kendala. Chatting dalam Bahasa Inggris? Bisa, berkat fitur terjemahan.
 
Untuk produk beku dan dingin, armada kurir dilengkapi kantung kemas termal. Telah dilakukan delivery stress test pada bahan-bahan beku dan dingin demi menentukan jarak tempuh maksimal yang ideal.
 
Berkat ini semua, ketakutan mendapatkan produk yang mengecewakan dari belanja online, tersingkirkan.
 
Dengan jasa yang menyebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Malang, tercipta lapangan kerja baru dalam bentuk armada kurir yang menyebar di berbagai kawasan. Dengan semangat sociopreneurship, jajaran atas HappyFresh menempatkan kesejahteraan para kurir di atas segalanya. (f)

Baca juga: 
Manfaat Olahraga Zumba Untuk Anak Berkebutuhan Khusus
6 Manfaat Bermain di Luar Ruangan Bagi Anak, Orang Tua Tak Perlu Khawatir
Anak Kian Muda Terpapar Kosmetik, Apa Dampaknya?

 

Trifitria Nuragustina


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?