Searah jarum jam: Clarissa, Coco Bali, dan Libarron. Foto: Dok. PT Lovina Beach Brewery
PT Lovina Beach Brewery merilis berita kerja samanya dengan COCO BALI PTE LTD dari Singapura untuk meluncurkan tiga jenama minuman dari Bali.
Ketiga jenama saling menargetkan segmen pasar berbeda, namun dengan kesamaan narasi bahan lokal. Ada Coco Bali (ready-to-drink/RTD) yang diluncurkan di Potato Head Beach Club, Badung, Bali, di akhir tahun lalu, serta liqueur Clarissa, dan wiski Libarron.
PT Lovina Beach Brewery sendiri adalah produsen minuman beralkohol sejak tahun 2010, dengan Stark Beer sebagai produk yang terpopulernya di telinga orang Indonesia.
Dalam rilis pers yang dibagikan beberapa waktu lalu itu, Coco Bali disebutkan menargetkan Gen Z, milenial muda, serta penyuka gaya hidup aktif, termasuk komunitas wellness seperti yoga dan pilates. Minuman yang sudah tersedia di retail modern ini punya varian Sparkling Agave dan Golden Salak, dengan pilihan Hard Seltzer, Sugar Cane, dan Zero Sugar (non-alkohol).
“Urbanisasi dan gaya hidup yang semakin cepat mendorong permintaan produk praktis seperti minuman RTD. Kesadaran akan kesehatan juga meningkat sehingga konsumen cenderung memilih minuman rendah gula, varian natural atau organik, atau minuman fungsional atau health-oriented,” ujar Bona Budhisurya, Direktur Utama PT Lovina Beach Brewery Tbk, saat launching Coco Bali RTD.
Bahan dari kelapa kopyor varian Bali, air mineral ber-pH tinggi dari pegunungan Batukaru ('karu water'), dan blue agave Nusa Penida, jadi pembeda. PT Lovina Beach Brewery meraih MURI sebagai perusahaan pertama yang punya perkebunan blue agave di Indonesia. Bibitnya dari Meksiko, negara utama penghasil agave untuk tequila.
Libarron, Clarissa, PT. Lovina Beach Brewery Tbk,, dan Coco Bali RTD di acara peluncuran Coco Bali. Foto: Dok. PT. Lovina Beach Brewery Tbk
Salah satu dari tiga jenama yang diluncurkan adalah Clarissa, liqueur yang Maret ini direncanakan menyasar pangsa perempuan di Tokyo, Singapura, China, dan AS.
Penyulingan kelapa kopyor dan salak gading/golden salak (Salacca zalacca) sebanyak enam kali menghasilkan semerbak aroma coconut cream, vanilla orchid, dan golden salak.
Liqueur yang mengandung vitamin C, D, E, serta antioksidan ini dikemas dalan botol rose-gold sebagai daya tarik lainnya, hasil pemikiran konseptornya, Clarissa Ady Sumasto Tjia, Creative Director Clarissa.
Yang terakhir diluncurkan adalah Libarron, wiski dengan gaya distilasi Skotlandia. Limited-edition Libarron sempat meraih MURI sebagai jenama wiski pertama di Indonesia yang membuat label dengan ilustrasi Starry Night, berkolaborasi dengan Van Gogh Museum.
Iklim vulkanik Bali disebutkan menguntungkan pengolahan wiski ini karena proses aging dalam oak barrel bisa lebih cepat. Bahan bakunya juga blue agave.
Inisiatif kolaborasi ini meng-highlight blue agave dan kelapa kopyor Bali agar diterima di pasar global, menjadikan industri minuman Indonesia bersaing melalui narasi yang lebih kuat. (f)
Baca juga:
6 Makanan Viral 2025, Pengaruh Korea Paling Kuat!
Things Taken for Granted, Tema di Season Terbaru HATS Bar
Menikmati Kopi dan Comfort Food di Nebbrs, Hidden Gem Baru di Jakarta Selatan
Trifitria Nuragustina
Topic
#feminaFood, #cocobali, #kuliner




