
Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) Indonesia kembali menggelar wisuda tahunan ke-5 di She La Vie Grand Ballroom, The Flavor Bliss Alam Sutera. Momen ini menjadi tonggak kelulusan program Culinary Arts serta Pastry & Bakery Arts setelah menyelesaikan pendidikan intensif berbasis praktik selama sembilan bulan.
Namun di balik prosesi toga dan sertifikat, ada satu hal yang paling terasa dalam acara tersebut: Bagaimana dunia pastri Indonesia kini berkembang semakin serius dan terhubung dengan standar internasional.
Hal itu terlihat dari hadirnya sejumlah chef ternama dunia seperti Jean-Francois Arnaud, Ming Ai Loil, Manuel Bouillet, hingga Wang Qing yang turut memberikan toga kepada para wisudawan.
Kehadiran mereka di Indonesia juga untuk mengisi Masterclass di APCA. Mendatangkan nama-nama bergengsi ini terhitung sebagai langkah langka bagi sebuah sekolah kuliner di Indonesia.
Di balik perkembangan APCA Indonesia, sosok Louis Tanuhadi menjadi figur sentral yang membentuk arah sekolah ini sejak berdiri. Sebagai President APCA Indonesia sekaligus Director dan Executive Pastry Chef sejak 2019, ia dikenal aktif mendorong standar internasional.
Bagi yang bermimpi berkarier di dunia pastri dan kuliner dapur profesional, nama APCA kini semakin masuk radar. Chef Louis merancang pengalaman belajar yang menyerupai tekanan dapur profesional sesungguhnya.
Selama sembilan bulan, siswa menghabiskan minimal tujuh jam sehari di dalam dapur kelas, dengan pembatasan maksimal 14 murid. Sebanyak 90% sesi adalah praktik langsung, bukan teori di balik meja. Ada kesempatan internship di restoran berbintang Michelin di Prancis dan sertifikasi City & Guilds London, kualifikasi yang diakui secara global.
“Pendidikan kuliner bukan sekadar tentang teknik, tetapi juga membentuk disiplin, kreativitas, dan ketangguhan,” ujar Louis, dalam sambutannya saat wisuda berlangsung.
Chef Louis bersama Chef Lizzie Halim dan Chef Bryan Tanuhadi di Asian Pastry Cup Singapore 2024
Bagi dunia pastri Indonesia, nama Louis Tanuhadi bukanlah sosok baru. Ia mentor industri yang telah puluhan tahun terlibat dalam perkembangan pastri Indonesia.
Minatnya terhadap dunia pastri dimulai sejak kecil, ketika ia membantu di dapur bakeri milik sang ayah. Dari sana, rasa ingin tahunya berkembang, terutama ketika ia mendapatkan kesempatan bekerja di sebuah konditorei di Hannover, Jerman. Pengalaman ini memperdalam kecintaannya terhadap pastri tradisional Eropa dan dunia cokelat artisan.
Chef Louis belajar di berbagai institusi ternama dunia, seperti di Le Notre dan Bellouet Conseil di Prancis. Ia juga mengikuti berbagai pelatihan internasional, mulai dari Entremets Nouveaux di Bellouet Conseil pada 1994, pelatihan pastri tradisional Jerman bersama Martin Braun, hingga Japanese Bakery & Pastry bersama Fuji Oil Jepang pada 2005.
Sebelum memimpin APCA Indonesia, Louis bekerja di Martin Braun sebagai representative pastry chef pada awal 1990-an, lalu memperdalam teknik pastri tradisional Jerman di Hollandische Kakao Stube, Hannover. Kariernya kemudian berlanjut di berbagai perusahaan pastri dan cokelat hingga menjabat Asia Pacific Business Development Manager di PT Freyabadi Indotama selama lebih dari satu dekade.
Namun kontribusinya tidak berhenti di dapur maupun ruang kelas. Louis juga aktif membangun ekosistem pastri Indonesia melalui berbagai organisasi dan inisiatif industri.
Ia menulis buku Chocology, referensi penting bagi pelaku cokelat di Indonesia. Ia juga mendirikan Indonesia Pastry Bakery Society (IPBS), organisasi yang mendorong pastry chef muda Indonesia untuk berkembang dan berbagi ilmu di negeri sendiri. Sejumlah pastry chef generasi baru seperti Chef Ardika Dwitama (August), Chef Lalita Setiandi (LIT Bakehouse), hingga Chef Nabila Yoestino (BIKO Group) menjadi bagian dari IPBS.
Dalam dunia kompetisi, Louis pernah memimpin tim Indonesia di berbagai ajang pastri internasional. Pada Asian Pastry Cup Singapore 2024, tim Indonesia yang dipimpinnya meraih penghargaan Most Promising Team. Terkini, ia sukses mendebutkan tim Indonesia untuk bertanding di Gelato World Cup 2026 di Italia.
Dunia pastri Indonesia hari ini membutuhkan lebih banyak sosok yang tidak hanya ingin sukses secara personal, tetapi juga mau menciptakan ruang belajar, membuka jalan, dan membesarkan generasi berikutnya. (f)
Baca juga:
5 Cara Hidup Hemat in This Economy
Tiket Konser F*FOREVER di Jakarta Sold Out, Siap Hibur Penggemar pada 29-30 Mei 2026
10 Lagu untuk Menguatkan Afirmasi Positif di Tengah Minggu
Trifitria Nuragustina
Topic
#feminaFood, #kuliner




