Food Story
Belajar Wine Italia dari Planeta

6 Jan 2020

Wine menjadi bisnis kebanggaan bangsa Eropa, termasuk orang Italia. Antar generasi, praktik pembuatan wine berpadu dengan karakteristik tanah setempat (istilahnya, terroir). Seiring teknologi, pembelajaran terhadap bagaimana kedua faktor tersebut bertalian, bercampur dengan faktor climate. Semuanya digunakan untuk menghasilkan hasil wine yang membaik.
 
Bagi pebisnis wine, menjelajahi daerah antar daerah demi menemukan varietas anggur yang unik terus dilakukan. Sosok winemaker turut menjadi kebanggaan karena berperan penting dalam mengatur proses pembuatan wine ke selera market yang dituju.
 
Beberapa waktu lalu, pembelajaran tentang bagaimana sebuah brand berevolusi dilakukan oleh Planeta, merek wine dari Italia di bawah distribusi Dimatique Wine. Berlangsung di The Fairmont Jakarta, Dimatique Wine mengajak sejumlah praktisi F&B untuk bereksplorasi wine antar terrior.
 
Keluarga pengelola telah bermukim di daerah Menfi sejak 17 generasi yang lalu. Di barat Italia ini dibuka perkebunan terluasPlaneta sebesar 260 hektare, 
dengan pembotolan pertama di tahun 1995.
 
Juga di daerah Menfi, tepatnya di Ulmo, dibangun winery pertama keluarga. Dikembangkan wine dari tiga varietas anggur Sicilia: Alastro, Plumbago, dan Terebinto. Di sini pula, di tahun 1984, eksperimen terhadap Chardonnay menjadi varietas perdana yang digarap.  
 
Perkebunan turut merambah ke daerah Vittoria, dengan terroir berpasir merah, mirip karakteristik pantai. Di sini , dihasilkan label Frappato, Cerasuolo di Vittoria, dan Cerasuolo di Vittoria Classico – Dorili.
 
Di tahun 1998 dibuka winery di Noto, daerah dengan curah hujan terendah se-Mediterania dan ciri tanah berkapur dan. Pepohonan anggurnya berbagi lahan dengan pohon almond, pohon zaitun, dan pohon carob.
 
Lain lagi apa yang dilakukan Planeta di tanah vulkanik Etna, daerah hasil letusan gunung di tahun 1614. Di sini dihasilkan anggur varietas Carricante dan Nerello Mascalese yang terbilang langka.
 
Planeta juga menyewa 8 hektare lahan di Capo Milazzo untuk mengkonservasi varietas Nocera. Hasil dari penjualan wine dari daerah bekas pertempuran angkatan laut ini didonasikan untuk memajukan kesejahteraan sosial anak-anak setempat.
 
Femina mencoba wine dari daerah-daerah tersebut. Antara lain Cerasuolo di Vittoria DOCG dari daerah Vittoria, serta Rosé – Sicilia DOC dari daerah Mendi, dan Sito Dell’Ulmo dari daerah Menfi.
 
Cerasuolo di Vittoria misalnya, adalah jenis dry red wine dari varietas Nero’d’Avola dan Frappato. Warna merah mirip dark cherry-nya mengeluarkan aroma stoberi, mulberry, hingga buah delima. Di rongga-rongga mulut terasa hint merica hitam, tanaman carob, dan ceri yang menarik. 
 
Wine yang diperam di dalam stainless steel tanks ini disebutkan cocok menemani potongan daging ikan. Dalam website-nya tertera, “In the right season, perfect with a slice of seared tuna, with chopped mushrooms or with feathered game, its harmony with pizza is a surprise throughout the year”.
 
Namun, tentu Indonesia memiliki makanan khasnya sendiri, termasuk kudapan yang bisa menemani wine. Mencobanya sendiri dan menentukan sajian pengiring yang cocok berkeputusan mutlak di tangan Anda.
 
Tentu, selagi menimbang-nimbang perjodohannya, amati label wine-nya. Ada cerita sejarah dan geografi perkebunan yang menunggu ditelusuri, mengulik dari data yang tertera pada botol. Memahami asal dan terroir-nya adalah perjalanan awal mencintai wine Anda. (f)

Baca juga: 
Cicipi Minuman Fermentasi Dari Beras Asal Korea, Makgeolli
Seru Belajar Meracik Jamu
Tjokorda Sri Maya Kerthyasa, Penjaga Resep Warisan Para Leluhur

 
 

Trifitria Nuragustina


Topic

#winejakarta, #dimatiquewine

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?