Makanan fermentasi tak hanya memiliki citarasa unik, tapi juga mengandung nutrisi dan bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan. Seperti lima makanan fermentasi khas Indonesia berikut ini:
Foto: shutterstock1/ TEMPE
Dibuat melalui berbagai proses, dari perendaman, perebusan, pengupasan, hingga fermentasi. Tempe difermentasi dan diikat oleh jamur seperti Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, Rhizopus stolonifer, atau Rhizopus arrhizus.
Tempe kaya akan vitamin B12 dan antioksidan. Bapak pangan Indonesia, F.G Winarno, mengungkapkan manfaat hebat dari tempe yang di antaranya dapat meringankan osteoporosis, mencerahkan kulit, hingga obat untuk masalah pencernaan.
Foto: dok. oleholehjogja2/ BREM
Hasil olahan air tapai ketan yang difermentasi, lalu dipanaskan dan ditambahkan asam organik, yang nantinya akan bereaksi dengan alkohol. Paling populer adalah brem padat dari Madiun. Ada pula brem padat dari Wonogiri berbentuk bulat, putih kegelapan, manis, dan saat masuk mulut segera larut.
Untuk brem cair, paling populer adalah brem Bali berkadar alkohol rendah. Didapat dari air tapai ketan yang difermentasi, kemudian diendapkan sehari semalam. Kadar alkohol rendah dalam brem dapat menaikkan hormon DHEA yang bermanfaat untuk peredaran darah.
Masyarakat Madiun juga percaya bahwa brem dapat membuat kulit muka terasa halus dan menghilangkan jerawat.
Foto: shutterstock3/ TEMPOYAK
Bahan masakan dari fermentasi durian. Durian diberi garam dan berinteraksi dengan Lactobacillus plantarumyang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, terutama kesehatan pencernaan.
Topic
#foodstory, #makananfermentasi, #tempe, #tempoyak, #tape, #brem, #kulinerIndonesia


