Food Story
5 Makanan Fermentasi Khas Indonesia

25 Jul 2019

Makanan fermentasi tak hanya memiliki citarasa unik, tapi juga mengandung nutrisi dan bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan. Seperti lima makanan fermentasi khas Indonesia berikut ini:
 
Foto: shutterstock

1/ TEMPE 

Dibuat melalui berbagai proses, dari perendaman, perebusan, pengupasan, hingga fermentasi. Tempe difermentasi dan diikat oleh jamur seperti Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, Rhizopus stolonifer, atau  Rhizopus arrhizus.

Tempe kaya akan vitamin B12 dan antioksidan. Bapak pangan Indonesia, F.G Winarno, mengungkapkan manfaat hebat dari tempe yang di antaranya dapat meringankan osteoporosis, mencerahkan kulit, hingga obat untuk masalah pencernaan.

 
Foto: dok. oleholehjogja

2/ BREM 

Hasil olahan air tapai ketan yang difermentasi, lalu dipanaskan dan ditambahkan asam organik, yang nantinya akan bereaksi dengan alkohol. Paling populer adalah brem padat dari Madiun. Ada pula brem padat dari Wonogiri berbentuk bulat, putih kegelapan, manis, dan saat masuk mulut segera larut. 

Untuk brem cair, paling populer adalah brem Bali berkadar alkohol rendah. Didapat dari air tapai ketan yang difermentasi, kemudian diendapkan sehari semalam. Kadar alkohol rendah dalam brem dapat menaikkan hormon DHEA yang bermanfaat untuk peredaran darah. 

Masyarakat Madiun juga percaya bahwa brem dapat membuat kulit muka terasa halus dan menghilangkan jerawat.

 
Foto: shutterstock

3/ TEMPOYAK 

Bahan masakan dari fermentasi durian. Durian diberi garam dan berinteraksi dengan Lactobacillus plantarumyang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, terutama kesehatan pencernaan.
 


Topic

#foodstory, #makananfermentasi, #tempe, #tempoyak, #tape, #brem, #kulinerIndonesia

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?