
Mosto, bar natural wine pertama di Indonesia, merayakan empat tahun operasionalnya di kawasan Berawa, Bali. Sejak dibuka, Mosto memperkenalkan natural wine, santapan bergaya small plates, serta pendekatan kuliner modern yang menggabungkan teknik Eropa dengan inspirasi multibudaya.
Mosto didirikan oleh Isabella Rowell, Lorenzo De Petris, Federico Sirito, Nicolas Lento, Denny Bakiev, dan Vanessa Di Maria. Mereka dikenal sebagai bagian dari Mexicola Group, salah satu grup hospitality yang telah lama beroperasi di Bali.
“Mosto” berasal dari Bahasa Italia yang berarti “must,” yaitu jus anggur segar hasil perasan pertama (sebelum melalui proses fermentasi menjadi wine). Konsep tersebut merepresentasikan fokus Mosto terhadap proses produksi wine, khususnya kategori low-intervention wine yang mengutamakan karakter alami dari anggur dan proses pembuatannya.
Executive Chef Lorenzo De Petris, yang berpengalaman di institusi berbintang Michelin seperti Le Gavroche dan Ristorante Duomo, merancang small plates-nya untuk dinikmati bersama wine. Ciri khas restoran ini antara lain crostoni dengan shoyu burnt butter, anchovy, dan Sichuan pepper, serta lamb rendang xian bing dengan cotija.
Pasta juga bagian penting dari menu Mosto, termasuk tagliolini dengan sambal arrabbiata dan ketumbar.
Selain itu, restoran ini menyediakan berbagai hidangan utama dengan konsep sharing yang dapat dinikmati bersama dalam suasana santai.
“Setelah empat tahun, fokus kami tetap sama, yaitu terus berkembang dan menghadirkan hidangan yang memiliki karakter kuat dan sesuatu yang kami sendiri ingin masak serta nikmati,” ujar De Petris, dikutip dari rilis pers Mosto.

Program wine dikembangkan oleh Denny Bakiev dan Federico Sirito, diambil dari berbagai produsen independen, termasuk label dengan produksi terbatas dan koleksi cuvée terkurasi.
Mosto menyediakan pilihan wine yang dapat dinikmati per gelas maupun per botol, memberikan fleksibilitas bagi pengunjung untuk mengenal kategori natural wine tanpa harus memilih satu botol penuh.
Mosto juga memiliki koktail yang mencakup interpretasi baru dari koktail klasik, penggunaan bahan musiman seperti infusi citrus, house vermouth, serta berbagai digestif yang menghubungkan konsep bar dan dapur.
Terutama melalui natural wine, Mosto ingin mendukung perkembangan minat terhadap produsen wine independen serta pendekatan konsumsi yang lebih berkelanjutan. (f)
Trifitria Nuragustina
Topic
#kuliner




