
Coffee shop dan restoran di Jakarta tengah berlomba menghadirkan menu brunch, mengacu ke tren di Australia, negara dengan gaya hidup kuliner yang semarak. Kultur heterogen negeri itu nyatanya telah menciptakan kuliner dinamis dan publik yang begitu apresiatif terhadap rasa baru.
Tourism Australia mengemas ‘rasa’ Australia ini dalam acara Brunch O’Clock di Nomz Kitchen and Pastry, Grand Indonesia, mendatangkan chef Arnold Poernomo dari tempatnya berbasis di Sydney.
Pria yang menyita perhatian publik berkat pemunculannya sebagai juri MasterChef Indonesia dan Junior MasterChef Indonesia itu membawa sang adik, Reynold Poernomo. Di negeri kanguru, Reynold mulai dikenal sebagai peracik dessert penuh talenta berkat keikutsertaannya di MasterChef Australia 2015.
Keduanya saat ini tengah membesarkan KOI Dessert Bar di daerah hip Kensington Street, Chippendale, Sydney. Lantai dasar KOI merupakan area dessert yang ditangani Reynold, sementara Arnold mengakuisisi lantai atas sebagai playground dalam meracik hidangan gurih yang eksploratif. KOI (Kids of Ike) diambil dari nama sang ibu, Ike Malada, penggelut industri pastry di Australia.
Dari tangan Arnold, terhidang potongan sourdough dengan olesan smoked ricotta, tomat, basil, dan parsley oil. Ini diikuti open omelette bercampur mudcrab, kombu butter, dan sedikit chili powder. Semua merupakan menu KOI yang sukses merepresentasikan brunch gaya Aussie : Adanya pertemuan bahan-bahan pilihan yang menghasilkan rasa mengejutkan namun mudah disukai.
Citrus Cheesecake karya Reynold menutup Brunch O’Clock dengan manis, diselingi sharing keduanya tentang pengalaman bersantap di Noma, restoran terbaik dunia di Kopenhagen yang datang mengunjungi Sydney selama 10 minggu, hingga 2 April lalu. Di Noma Australia, 5.550 kursi ludes hanya dalam hitungan empat menit sejak reservasi dibuka, meninggalkan 27.000 waiting list!
Sejak Desember 2013, kampanye ‘Restaurant Australia’ telah menaikkan pertumbuhan belanja pada sektor kuliner Australia sebanyak 21%. Berdasarkan penelitian dari Tourism Australia, turis Indonesia hingga Desember 2015 menyumbang sekitar AUS$615 juta dari total kenaikan yang mendekati AUS$900 juta. (f)
Trifitria Nuragustina



