Fiction
Gado-gado : Uban!

30 Dec 2018

 
Dulu, di umur belasan dan awal dua puluhan, solusi uban adalah dengan mencabutinya satu per satu. Sekarang di umur tiga puluhan, hal itu tidak mungkin lagi. Sebagian besar uban tumbuh di bagian atas kepala. Kalau dicabuti, wah… bisa-bisa botak setempat.
 
Pada salah satu artikel yang saya baca, uban cepat muncul mungkin karena kurang zat besi. Memang, sih, dari dulu saya punya kecenderungan darah rendah. Saya pun mengonsumsi penambah darah juga dengan harapan agak menahan pertumbuhan uban.
 
Hasilnya? Tak ada pengaruhnya sama sekali, tuh….
 
Kemudian saya mencoba solusi: mencari resep penghitam rambut alami. Kemiri disangrai hingga hitam, digiling sehalus mungkin, kemudian diolesi ke rambut, didiamkan 20-30 menit, lalu keramas seperti biasa untuk menghilangkan minyak kemirinya.
 
Hasilnya? Rasanya tak ada pengaruhnya juga.
 
Tadinya saya berharap dapat menemukan cara apa saja selain mengecat rambut, karena memakai bahan kimia khawatir hanya menambah masalah. Tapi, karena tidak menemukan solusi jitu, dan saya enggak pede keluar rumah dengan uban yang tampak jelas, akhirnya saya menyerah.
 
Seperti dugaan, uban tertutupi cat, tapi timbul masalah baru, rambut menjadi sangat kering.

Mencoba berbagai merek conditioner tidak mendapat hasil yang memuaskan. Memakai vitamin pun, rambut tidak menjadi lembap sesuai harapan. Pada suatu saat saya bahkan pernah memakai maskara untuk menutupi uban yang baru nongol dikit dari pangkal rambut. Semuanya demi menghindari keseringan mengecat rambut.
 
Kalau dipikir-pikir, saya mau enggak, ya, menukar rambut tebal dan subur milik saya, dengan rambut tidak ubanan tapi tipis? Rasanya enggak mau juga.
 
Dasar manusia, maunya yang serba enak saja, ‘kan. Satu pertanyaan pernah melintas di kepala, sampai kapan, ya, saya akan terus ngecat rambut? Mungkin sampai saya bisa menerima diri sendiri bahwa saya memang sudah ubanan, ha… ha... ha….
 
***
 
Yokebed Syela – Bekasi
 
Kirimkan Gado-Gado Anda maksimal tulisan sepanjang tiga halaman folio, ketik 2 spasi.
Nama tokoh dan tempat kejadian boleh fiktif.
Kirim melalui e-mail: kontak@femina.co.id atau pos, tuliskan di kiri atas amplop: Gado-Gado
 


Topic

#gadogado, #fiksi

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?