Fiction
Gado-gado: Alektorophobia

1 Jan 2019



Saya memiliki seorang paman yang serius menekuni hobi memelihara ayam. Jadi, tiap kali saya ke rumahnya, saya seperti diteror karena kebun belakangnya sudah mirip peternakan ayam mini. Mungkin ada sekitar 20 atau 30 ayam berkeliaran di situ. Mungkin, saking gemasnya beliau melihat saya yang fobia ayam, pada suatu hari beliau mengajak saya untuk memerangi rasa takut yang tidak beralasan itu.

Karena rasanya mustahil saya bisa menangkap seekor ayam, maka saya diminta Paman untuk hanya memegang unggas itu. Paman saya memegang seekor ayam betina hitam besar di pangkuannya, dan saya disuruh mendekat untuk mengelus-elus makhluk itu…. Bisa terbayang bagaimana rasanya itu.

Saya masih ingat dengan jelas perasaan takut yang saya rasakan saat itu. Dengan gemetar, jari-jari saya perlahan menyentuh bagian atas badan si ayam. Saya merasakan betapa licinnya bulu-bulu hitam legam itu, panas badan si ayam menyesap ke pori-pori luar jemari saya, mata si ayam yang seperti tidak berkedip perlahan menatap mata saya. Saya bergidik dan meringis….

“PETOK!” pekik si ayam. Saya kabur!

Terapi tidak berhasil sama sekali. Sejak saat itu saya belum pernah memegang seekor ayam lagi. Kapok! Keadaan saya ini sangat mengganggu, terutama ketika berbelanja di pasar tradisional. Rasanya ngeri saat melewati gang yang dipenuhi penjual ayam, lengkap dengan kandangkandang bambu kecil tempat ayam-ayam mengantre untuk dipotong. Hiii….

Pernah suatu kali saya terlibat dalam adegan kejar-kejaran kecil di tengah pasar. Aktornya 2 orang: saya dan seorang pedagang ayam yang dengan terburu-buru membawa beberapa ekor ayam hidup di tangannya. Pekikan ayam-ayam tersebut terdengar sangat nyaring, bak sirene mobil polisi di telinga saya.

PETOK! PETOK! PETOK!

Membuat saya lari sekencang-kencangnya. Ini lebay, tapi saya sekarang mengerti betapa tegangnya menjadi seorang penjahat yang sedang diburu oleh polisi.
 
***

Imelda Lesmana - Bandung

Kirimkan Gado-Gado Anda maksimal tulisan sepanjang tiga halaman folio, ketik 2 spasi.
Nama tokoh dan tempat kejadian boleh fiktif.
Kirim melalui e-mail: kontak@femina.co.id atau pos, tuliskan di kiri atas amplop: Gado-Gado


Topic

#fiksi, #gadogado

 


MORE ARTICLE
polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?