Fiction
Cerpen: Kompor Mainan dalam Lemari Tua

8 Jul 2017


Sudah lebih dari 60 tahun lemari jati berlaci sembilan itu menemani keluarga Lilani. Huan yang membeli. Huan menyimpan guci-guci kecil di lemari itu sekaligus menggunakannya sebagai meja persembahan. Lemari berwarna hijau tua dengan detail ukiran bercat merah itu dipermanis lis warna emas. Lemari yang tidak terlalu tinggi. Saat Huan masih bisa berdiri tegak, bagian atas lemari itu setinggi dagunya.

Sejak membeli lemari itu, Huan selalu duduk berlama-lama di hadapannya usai berdoa saban pagi. Lilani suka mengintip dari pintu kamar  tiap kali Huan menyandarkan punggung di kursi busa berangka kayu. Meski ingin tahu, Lilani tak bertanya apa yang sedang dilakukan Huan. Ia hanya tahu, neneknya itu tengah memandangi lemari dengan dian dan tempat dupa di atasnya.

Pada masa remaja Lilani kerap menemukan Huan lelap dalam duduk di kursi busa yang menipis. “Makco bangun, pindah ke dalam,” ujar Lilani lirih, kemudian memegangi punggung Huan yang melengkung dan menuntun masuk ke kamar.

Ia tak lagi ingin tahu mengapa Huan betah sekali duduk menghadap lemari. Waktu bergulir. Kesibukan mengurus toko mainan bersama suami mengantarkan Lilani pada kesimpulan, duduk di depan lemari adalah kebiasaan Huan yang berkaitan dengan kenyamanan dan kelegaan hati. Tak perlu lagi menanyakan soalnya.

Namun, akhir-akhir ini Lilani kembali diserang rasa ingin tahu yang muncul dari ingatan ke masa kecil. Justru saat ia tak lagi menemukan kebiasaan Huan duduk di kursi busa depan lemari. Kerinduan pada Huan yang membuka jendela masa kecil, sehingga hawa ingin tahu itu kembali menerobos masuk.

“Betah sekali duduk sini, ada apanya ta kursi ini?” Lilani menggumam dan duduk di kursi Huan. Ternyata sama sekali tidak nyaman. Busanya sudah terlalu tipis. Karet yang menyangga busa terasa keras di pantat. Lilani masih terus menelusuri penyebab kebiasaan mendiang neneknya.

Dari kursi itu ia bisa melihat foto Huan yang dia doakan  tiap selesai mandi pagi. Berjejer dengan foto papi dan maminya yang lebih dulu menempati bagian atas lemari. Dari kursi itu pula Lilani melihat deretan laci yang memenuhi muka lemari. Tiga baris laci mendatar dan tiga lajur laci menurun.
 


Topic

#fiksifemina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?