Fashion Trend
Yosafat Dwi Kurniawan Menembus Waktu Rayakan 15 Tahun Berkarya

23 Nov 2025

Sejak Patricia Gouw bergaya sebagai First Face sekaligus muse, fashion show bertajuk Time Dilation yang menampilkan koleksi Spring/Summer 2026 dari Yosafat Dwi Kurniawan itu seperti melihat perjalanan kreativitas dari sang desainer.

Fashion show ini memang merayakan 15 tahun karier Yosafat Dwi Kurniawan sebagai desainer, tapi juga imajinasiya jika para couturier hebat di masa lalu masih berkarya hingga kini.

Patricia Gouw sebagai muse Yosafat Dwi Kurniawan dalam show Time Dilation. Foto: Dok. Yosafat Dwi Kurniawan

Terinspirasi ucapan Albert Einstein tentang waktu, yaitu, “Perbedaan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan hanyalah ilusi yang keras kepala dan terus-menerus,” Yosafat menghadirkan koleksi yang seakan menembus waktu.

Dikenal sebagai sosok desainer yang juga akademisi dan pencinta sejarah fashion dunia, Yosafat memberikan penghormatan akan pola dan siluet seperti Cristobal Balenciaga, keberanian mengolah materi seperti Gabrielle Chanel, sensualitas nyata ala Gianni Versace, hingga elegansi khas Christian Dior.

Malam itu, 19 November 2025, di PITA SCBD, Jakarta, Yosafat mempersembahkan 21 tampilan busana yang menerapkan teknik dan garis rancang desain klasik adibusana dengan material dan pengembangan teknologi modern.

“Saya refleksi 15 tahun ke belakang–terasa seperti saya baru mulai berkarya tahun lalu, tapi saat yang sama, perjalanan saya ternyata sudah amat panjang. Industri sudah berubah, teman-teman saya sudah berubah, bahkan saya pun sudah berubah,” jelas Yosafat, tentang sumber inspirasi konsep menembus waktu ini.

Koleksi Time Dilation didominasi hitam, abu dan silver, dengan aksen iridescent dalam sematan aplikasi kristal, payet, manik, fringe, dan beading. Semuanya dikemas dengan siluet dramatis dalam potongan gaun, rok pensil, rok balon, rok siluet duyung, jaket, atasan, kemben, bustier, dan celana pensil.

Evanny Wityo, Alumni Wajah Femina, membawakan salah satu busana yang menunjukkan craftmanship sang desainer. Foto: Dok. Yosafat Dwi Kurniawan

Material yang digunakan beragam, baik material adibusana klasik seperti tweed, jacquard, taffeta, organza, satin, velvet maupun material modern seperti lame, acetate, chainmail, lateks, dan kulit ular. Terselip juga crinoline yang memamerkan keahlian tersendiri dalam mengolah bentuk dan detail.

Meskipun banyak terinspirasi gaya rancang dan teknik adibusana, Yosafat Dwi Kurniawan tidak ingin menempatkan koleksinya ini dalam kotak adibusana atau busana siap pakai. Ia membebaskan audiens untuk menilai koleksinya, yang sebagian memang hanya dibuat berdasarkan pesanan.

“Bahwa setelah 15 tahun, saya bangga bahwa saya masih belajar, masih berkembang, dan masih mau memperbaiki diri,” kata anggota Indonesian Fashion Designer Council ini.
 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?