
Jepang selalu identik dengan busana nyentrik yang sering dikenal dengan nama Harajuku. Nama tren busana tersebut diambil dari nama kawasan Harajuku, Tokyo. Pada tahun 1964 kawasan tersebut banyak dibuka toko-toko yang menjual busana aneh dan unik khas manga (tokoh komik Jepang) yang akhirnya booming sejak tahun 1978 bertepatan dengan dibukanya LaForet Mall di kawasan tersebut.
Namun, sejak tahun 2000 an beberapa merek busana siap pakai berkelas high street brand local hingga waralaba dari Amerika dan Inggris masuk dan membuka cabang di berbagai area pusat perbenlanjaan di Tokyo, Jepang. Dengan pilihan harga yang cukup terjangkau dan desain produk yang mengikuti tren fashion dunia, busana siap pakai pun mulai mencuri hati para fashionista Jepang.
Berangsur-angsur tren gaya busana ala Harajuku terlihat meredup dan hanya berpusat di area- area tertentu saja seperti Takeshita Street, Jingu Bashi, dan Harajuku Station. Wanita muda dengan gaya modis pun ramai berlalu lalang dan mudah dijumpai di area jantung pusat perbelanjaan kota Tokyo seperti Ginza, Shinjuku,Roppongi hingga Shibuya. (f)
Baca juga: Chic dan Minimalis di Jepang


