Nicholas Saputra dan Leslie Christian Saputra berkeliling di An Odyssey of Majestic Realms. Foto: Dok. Mondial
Cincin bertatahkan berlian dan batu mulia dalam bentuk perisai ala kesatria Inggris di masa lalu? Atau kalung mewah terinspirasi narasi menyentuh kesetiaan cinta di balik Taj Mahal?
Keduanya adalah perhiasan yang jadi bagian dari Realms Collection, koleksi istimewa di anniversary ke-46 MONDIAL.
Dalam acara eksklusif An Odyssey of Majestic Realms di Royal Glasshouse, Park Hyatt Jakarta, Jumat silam, para undangan diajak mengeksplorasi koleksi perhiasan yang terinspirasi keanggunan dan budaya dari kerajaan-kerajaan dunia, baik di masa lampau maupun kini.
Tema An Odyssey of Majestic Realms dipilih sebagai refleksi perjalanan Mondial sebagai international jewelry brand yang inovatif dengan craftsmanship tinggi.
Melalui acara ini, Mondial kembali menegaskan posisinya sebagai pionir dalam industri perhiasan mewah, yang konsisten menghadirkan koleksi seperti Mondial Excellent Cut (MEC) Ultimate, Light of Mondial, dan Brilliant Rose.
“Tema An Odyssey of Majestic Realms tidak hanya merayakan perjalanan kami, tetapi juga mengundang setiap individu untuk ikut merasakan kemegahan sejarah dan budaya yang kami terjemahkan ke dalam koleksi perhiasan. Kami bangga dapat meluncurkan Realms Collection yang merupakan perpaduan seni dan budaya global, sebuah bukti nyata dari dedikasi kami terhadap keunggulan,” ungkap Leslie Christian Saputra, General Manager Mondial.
Simbolisme dari kerajaan-kerajaan besar dunia diinterpretasikan dalam Realms Collections menjadi rangkaian perhiasan dengan desain elegan dan bermakna. Setiap tema memiliki narasi yang menguggah.
Koleksi Nobility, terinspirasi Kerajaan Inggris, menggambarkan keagungan bermartabat yang diwariskan seperti sebuah pusaka keluarga. Setiap perhiasan adalah simbol kekuatan abadi yang berakar pada kebijaksanaan dan kesetiaan.
Nobility terinspirasi Buckingham Palace, The Garter Star, The Lion Heart, Shield, dan Armor, dengan simbolisme kebijaksanaan, keagungan, dan kesetiaan. Dok. Mondial
Koleksi Grace mewakili kemewahan yang tenang, terinspirasi keanggunan seorang putri. Perhiasan dengan inspirasi Kerajaan Monaco ini dirancang untuk mengangkat kehadiran pemakainya, bukan hanya untuk menarik perhatian.
Grace, dari sosok Her Serene Highness Princess Grace of Monaco, melambangkan keanggunan. Foto: Dok. Mondial
Lain lagi koleksi Devotion, yang merupakan ekspresi sakral dari cinta dan pengabdian, seperti kisah di balik Taj Mahal di India. Setiap perhiasan menyimpan cerita yang mendalam dan spiritual. Batu mulia di dalamnya menjadi simbol perlindungan dan ketulusan hati.
Devotion, terinspirasi dari Taj Mahal, Turban Plume, dan Peacock, melambangkan ketulusan dan kebenaran. Foto: Dok. Mondial
Kekuasaan Kerajaan Mesir Kuno mengilhami koleksi Power, yang merayakan kecantikan sebagai kebenaran yang berani. Setiap perhiasannya adalah pernyataan yang kuat, merefleksikan keabadian dan otoritas. Siluet piramida dan mahkota Cleopatra terlihat pada koleksi cincin hingga kalung dan gelang.
Power mengambil ide dari Solar Wing Throne, Pharaoh Stripes, dan Pyramids, yang mencerminkan keberanian dan kekuatan. Foto: Dok. Mondial
Koleksi terakhir adalah Harmony, sebuah simfoni yang harmonis, di mana penggunaan batu rubi, safir, dan emerald menciptakan keseimbangan visual yang elegan. Desainnya mencerminkan filosofi hidup yang seimbang dan anggun, seperti Kekaisaran Tiongkok dulu.
Harmony terilhami Phoenix, Ancient Pagoda, Prosperity Symbol, The Graceful Fan, dan Chinese Fan, melambangkan keseimbangan dan kemakmuran. Foto: Dok. Mondial
Perhiasan dari tiap tema disempurnakan berlian berkualitas tinggi dan batu mulia seperti blue sapphire, emerald, dan rubi, yang dipilih secara cermat untuk mencerminkan filosofi dan identitas unik dari setiap tema dan simbol keagungan.
Menurut Nicholas Saputra, Brand Ambassador Mondial, semua koleksi Mondial memiliki cerita mendalam, menjadikannya lebih dari sekadar perhiasan, termasuk Realms Collection, dengan elemen seni, sejarah, dan emosi di tiap perhiasannya.
“Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari kisah ini, dan saya yakin koleksi ini akan menjadi favorit bagi mereka yang ingin memiliki perhiasan dengan makna personal yang kuat,” kata Nicholas.
Sebelum mengeksplorasi koleksi, rekan media mengikuti masterclass singkat tentang batu mulia, lalu menikmati hidangan yang diracik sesuai tema tiap koleksi; dari salad boga bahari ala India, sup ala Mesir, hingga hidangan utama ala Tiongkok dan dessert gaya Inggris.
Zornia Harisantoso




