Fashion Trend
Gaya nan Aluih, Hidupkan Kembali Kebaya Panjang Sumatra

15 Feb 2026

Para pendiri jenama Aluih (Sumatera): Anggi Tjaja, Dian Sjarif, Faulin Irmawan, Lia Dira, Intan Abdams, Penty Djani. Foto: Dok. Aluih


Sebagai busana nasional kita yang berakar dari akulturasi budaya di Asia Tenggara, kebaya punya beragam gaya. 

Salah satunya adalah kebaya panjang Sumatra, yang versatile untuk dipadukan wastra cantik berbagai daerah maupun dalam padanan lebih kontemporer.

Enam sahabat berdarah Minang, yaitu Anggi Tjaja, Dian Sjarif, Faulin Irmawan, Intan Abdams, Lia Dira, dan Penty Djani, meluncurkan jenama clothing Aluih (Sumatera), yang menampilkan kebaya panjang Sumatra sebagai inti desain koleksi mereka, dengan pendekatan modern.

Nama Aluih, yang berarti “halus” dalam Bahasa Minang, dipilih sebagai representasi nilai utama jenama ini: Kelembutan, keanggunan, dan keindahan yang sederhana namun bermakna. 

Kebaya panjang Sumatra yang nyaman dalam motif floral, ikut diperagakan Vita Amanda, Alumni Wajah Femina (kedua dari kanan). Foto: Dok. Aluih

Aluih hadir dengan visi menjadikan kebaya panjang Sumatra bagian dari gaya hidup perempuan Indonesia masa kini, tak hanya dikenakan dalam upacara adat atau acara khusus. Melalui Aluih, keenam sahabat itu ingin kebaya panjang Sumatra juga jadi bagian dari busana sehari-hari perempuan Indonesia—busana yang berakar pada budaya, stylish dan relevan.   

Mereka terusik melihat kebaya, khususnya kebaya panjang Sumatra, menghilang dari keseharian, dan bahkan dari acara khusus seperti di pesta pernikahan. “Sekarang banyak yang memilih mengenakan dress panjang dibanding kebaya yang sebenarnya adalah jati diri kita sebagai masyarakat Indonesia,” ujar Anggi Tjaja.

Marini dan putrinya, Shelomita, ikut jalan di runway dalam koleksi Aluih (Sumatera) yang bisa dipadankan sarung dan songket juga. Foto: Dok. Aluih

Keenam sahabat ini juga melihatnya di kampung mereka di Sumatra Barat saat mudik. “Kami kehilangan  warisan Indonesia yang harusnya dipertahankan. Dari rasa prihatin inilah Aluih lahir sebagai upaya kecil kami  untuk mengajak perempuan Indonesia kembali dekat dengan kebaya,” Faulin Irmawan menambahkan. 

An Ode to Aluih (Sumatera) jadi tajuk acara peluncuran jenama ini di Goodrich Suites, Jakarta, awal Februari silam. Di acara ini, para sahabat Pendiri Aluih (Sumatera) tampil sebagai model di runway.

Kebaya panjang Sumatra diperkenalkan dalam interpretasi yang lebih kontemporer. Siluetnya sederhana, menyerupai kebaya Kartini—simetris, bukaan depan dengan kerung leher V. Bedanya, sesuai namanya, kebaya panjang Sumatra memiliki panjang melewati lutut dan berpotongan longgar. 

Beda padu padan, beda pula vibes dari total look kebaya panjang Sumatra, yang juga diperagakan Amy Wirabudi, Alumni Wajah Femina (paling kanan). Foto: Dok. Aluih

Koleksi Aluih memakai material katun yang nyaman, dengan motif floral tabrak warna yang segar. “Dengan demikian, koleksi ini dapat digunakan sebagai atasan maupun sebagai outer, sehingga mudah dipadupadankan untuk berbagai aktivitas harian—dari kegiatan kasual hingga semi-formal,” ujar Penty Djani, yang juga Alumni Wajah Femina. 

Lebih dari sekadar peluncuran brand, Aluih (Sumatera) membawa sebuah ajakan agar perempuan Indonesia memeluk identitas budaya Indonesia dengan cara yang modern, stylish dan membanggakan. Ikutan, yuk! (f)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?