Fashion Trend
Cap Bali Memadukan Harmoni Budaya, Elegansi Tropis, dan Pemberdayaan Perempuan

12 Jun 2025

Cap Bali di Indonesia Fashion Week 2025. Foto: Dok. Cap Bali


Selama lebih dari satu dekade, Cap Bali telah menjadi kiblat busana resor yang memadukan keindahan budaya Pulau Dewata dengan sentuhan kontemporer.

Jenama fashion yang didirikan oleh Putu Fitri Ertaningsih ini tak hanya dikenal lewat desainnya yang modis dan nyaman, tetapi juga karena komitmennya dalam memberdayakan perempuan lokal Bali. 

Berawal di tahun 2014, Fitri, panggilan akrabnya, memiliki visi untuk menciptakan pakaian yang tidak hanya nyaman dan bergaya tropis, tetapi juga kental akan nilai-nilai budaya Bali. "Awalnya saya ingin menghadirkan koleksi pakaian yang memadukan nilai budaya Bali dalam kemasan yang nyaman khas gaya tropis," cerita Fitri.

Setiap helai kain Cap Bali melalui proses pembuatan yang cermat, mulai dari pembuatan motif dengan teknik handprint atau sablon tradisional dan tenun, hingga menjadi koleksi pakaian yang modern dan stylish

Memberdayakan perempuan lokal di Bali juga dilakukan Cap Bali. Foto: Dok. Cap Bali

Material pilihan seperti rayon menjadi kunci kenyamanan sekaligus menghadirkan kesan elegan. Pemilihan bahan ini juga sekaligus menunjukkan komitmen Cap Bali terhadap keberlanjutan. Fitri menjelaskan bahwa rayon dipilih karena teksturnya ringan dan breathable, terasa sejuk dan lembut saat dikenakan, serta material ramah lingkungan yang mendukung praktik less waste.

Lebih dari sekadar jenama fashion yang konsisten berinovasi lewat desain, Cap Bali juga berkomitmen pada nilai-nilai keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas.

Cap Bali telah menjadi wadah pemberdayaan perempuan lokal di Bali. Hingga kini, lebih dari 100 pekerja Cap Bali, 90% di antaranya adalah perempuan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mayoritas merupakan penjahit yang bahkan banyak di antaranya adalah lulusan SMK Tata Busana.

Di workshop Cap Bali yang berlokasi di Mas-Ubud dan Sanur, mereka juga diajari berbagai keterampilan tambahan di luar teknik menjahit. 

Putu Fitri Ertaningsih dan koleksinya di IFW 2025. Foto: Dok. Cap Bali

Mengangkat nostalgia budaya Bali

Baru-baru ini, di pergelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2025, Cap Bali meluncurkan koleksi terbaru bertajuk Tropical Peacock. Lewat koleksi ini, Cap Bali menghadirkan sebuah selebrasi visual yang memadukan keanggunan burung merak dengan semangat tropis Bali.

Motif burung merak ditampilkan secara unik, melambangkan kelembutan sekaligus ketangguhan perempuan Bali.

Fitri mengungkapkan bahwa inspirasi koleksi ini berakar dari kekayaan visual Bali, seperti motif pewayangan, ukiran tradisional, hingga pepatran atau ornamen Bali. Namun, Tropical Peacock membawa sentuhan pribadi yang mendalam. 

"Koleksi ini sangat istimewa, karena motif burung merak merupakan sebuah simbol dalam budaya lokal yang kerap kali hadir dalam seni tari serta ukiran tradisional," ujar Fitri.

Koleksi Tropical Peacock. Foto: Dok. Cap Bali, Dok. Indonesia Fashion Week

Ia menambahkan bahwa koleksi ini juga memiliki nilai nostalgia yang kuat, berawal dari kenangan masa kecilnya saat pertama kali melihat burung merak dan terpesona oleh warnanya yang indah serta gerakannya yang anggun.

Untuk koleksi Tropical Peacock, ia menggunakan teknik handprint tradisional dengan palet warna pastel yang lembut, seperti pink, biru langit yang cerah, serta hijau dedaunan, menciptakan harmoni warna yang segar. 

Sebanyak tujuh koleksi perempuan dan dua koleksi pria hadir dalam gaya kasual. Koleksi ini dirancang untuk menemani berbagai aktivitas di iklim tropis Indonesia, mulai dari bersantai di pantai hingga momen spesial bersama keluarga.

Foto: Dok. Cap Bali

Show Tropical Peacock di IFW 2025 turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan selebritas. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Irene Umar, menyatakan kekagumannya, "Sangat luar biasa karena menghadirkan koleksi yang membawa nama Bali yang fashionable sekali. Tak hanya berjaya di ranah lokal, tetapi Cap Bali juga telah menembus pasar internasional."

Senada dengan Irene, Wakil Menteri Kebudayaan Indonesia, Giring Ganesha, mengapresiasi Cap Bali sebagai jenama yang melestarikan kebudayaan Indonesia melalui produk fesyen. "Kolaborasi antara fashion dengan kearifan lokal ini menurut saya tidak hanya memperlihatkan budaya Bali, namun Indonesia dengan gaya kekinian," kata Giring. (f

Baca juga: 
Budaya Jakarta Jadi Inspirasi Utama Indonesia Fashion Week 2025 yang Dibuka 28 Mei 2025
Flexing dan Menyala, Koleksi Eddy Betty Couture 2025 Ditunggu-tunggu!
Keindahan Dua Sisi Kontras dalam Stellarissa Studio Collection 2026


Faunda Liswijayanti


Topic

#mereklokal, #fashion, #bali

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?