
Foto: Pixabay
2/ Jadilah contoh. Jangan jadi ibu pesimis, kasar, dan tidak realistis. Anak akan berkaca pada perilaku Anda.
3/ Identifikasi kemampuan anak. Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan berbeda. Kepada anak yang benci pelajaran matematika misalnya, katakan, “Kamu murid yang baik, matematika hanya pelajaran yang membutuhkan banyak latihan. Nanti Ibu bantu belajar matematika di rumah.”
4/ Jadilah orang tua yang penuh kasih. Jangan pelit memeluk dan mengatakan Anda sayang kepadanya.
5/ Berikan feedback positif. Marah ketika anak sedang nakal, justru membuat anak berpikir dia tak mampu mengendalikan emosinya. Jadi katakan, “Ibu tahu kamu marah sekali pada adik, tapi Ibu bangga kamu tidak memukulnya.”
6/ Ciptakan rumah yang ‘hangat’. Orang tua yang sering bertengkar di hadapan anaknya akan memiliki kepercayaan diri yang rendah. Kehangatan dalam keluarga juga mendorong anak terbuka menceritakan masalahnya.
7/ Libatkan dalam aktivitas kerja sama. Aktivitas yang membutuhkan kerja sama, lebih meningkatkan kepercayaan diri anak dibanding kompetisi.
(Sumber: www.kidshealth.org)
(HER)
Baca juga:
Balita Anda Malas Mandi? Berikut 5 Cara Membujuknya Wajib Baca untuk Para Orangtua: 4 Akibat Sering Membentak Anak
Topic
#Anak



