Family
Ini Cara Mengontrol Nutrisi Anak Bagi Ibu Sibuk

31 Jan 2020



Foto: Unsplash
 

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskerdas) 2018 dan Pusat Data dan Informasi 2017, sekitar 23 juta anak Indonesia mengalami ketidakseimbangan gizi. Sekitar 10 juta di antaranya kegemukan dan obesitas. Sedangkan 12 juta di antaranya mengalami stunting.

“Jangan anggap malnutrisi hanya sebatas kurang gizi. Kelebihan gizi pun termasuk malnutrisi. Karena mal artinya salah atau keliru. Jadi malnutrisi maknanya nutrisi yang keliru," jelas dr. Diana F. Suganda, MKes, Sp.GK, dokter gizi dalam jumpa pers peluncuran Program Royco Nutrimenu.

Berbagai program telah diciptakan pemerintah untuk mencegah ketidakseimbangan gizi. Salah satunya adalah Isi Piringku yang diluncurkan oleh GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) pada 2017. Program ini memudahkan ibu untuk memenuhi gizi seimbang dalam porsi sekali makan. Isi Piringku adalah panduan berapa banyak porsi makanan yang dikonsumsidalam satu piring untuk memenuhi gizi seimbang, yaitu setengah dari piring adalah hidangan utama dan lauk pauk, dan setengah lainnya adalah buah-buahan dan sayuran.

Sebagai seorang dokter sekaligus ibu, dr. Diana menekankan pentingnya bagi ibu bekerja untuk tetap mengontrol nutrisi anak. Caranaya dengan mengedukasi anak sekaligus asisten rumah tangga terkait nutrisi dan porsi makanan. “Jangan sampai makanan sudah disiapkan dengan baik, tetapi porsinya berlebih,” katanya.

Dr. Diana menyebutkan dua aspek yang penting untuk diperhatikan, yang pertama persiapan dan pengolahan makanan, dan yang kedua proses makan. Ia menceritakan pengalaman pribadi sebagai ibu dalam mempersiapkan dan mengolah makanan. Setiap selesai belanja, ia selalu memisahkan bahan-bahan makanan ke dalam wadah dengan porsi tertentu untuk hidangan seminggu ke depan. Setelah itu, ia memberi instruksi kepada asisten rumah tangga terkait porsi makanan tersebut. “Memang repot di awal. Tapi ini hanya dilakukan sekali seminggu kok,” ujarnya.

Untuk proses makan, anak harus diajari tentang porsi makan. “Ajari anak tentang Isi Piringku. Anda bisa print gambar porsi yang dianjurkan dalam Isi Piringku. Tempellah di kulkas. Disitu sudah ada visual piring dan pembagian porsi makan,” jelas dr. Diana. Ia yakin Isi Piringku adalah konsep yang mudah dipahami oleh anak.

Hal ini diamini oleh Nirina Zubir, aktris sekaligus ibu dari dua anak. “Penting bagi kita yang bekerja di luar rumah untuk mengedukasi anak dan orang-orang di rumah tentang nutrisi,” kata Nirina.

Suatu kali Nirina senang melihat anak bungsunya yang biasanya pemilih makanan, berat badannya terus bertambah. Namun Nirina terkejut ketika sadar bahwa anaknya gemuk karena biasa makan dengan porsi nasi berlebih. “Waktu itu saya seharian di rumah. Saya baru menyadari ternyata porsi nasinya dua kali orang dewasa tapi lauknya sedikit. Padahal usianya baru 7 tahun,” katanya.

Nirina langsung menjelaskan pada anaknya bahwa hal itu tidaklah baik. Walaupun anaknya tak langsung menurut, namun Nirina dengan sabar mengingatkan dan mengawasi. Ia juga menjelaskan pada asisten rumah tangga bahwa makan itu bukan sekadar kenyang. “Setiap hal memang butuh proses. Tapi akhirnya sekarang anak saya sudah paham porsi nasi yang benar,” pungkas Nirina. (f)
 


BACA JUGA:
Anak Suka Pilah-Pilih Makanan, Ini Cara Membujuknya Supaya Tak Jadi Picky Eater
Tantangan Zivanna Latisha Siregar Jadi Millenial Parent
Tantangan Parenting Orang Tua Milenial Dari Informasi hingga Strangers

 
 


Topic

#isipiringku, #giziseimbang, #gizianak, #nirinazubir, #nutrisi

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?