Family
Cegah Kasus ala Video Lelaki Kardus, Ini yang Bisa Dipelajari Orangtua Saat Memiliki Konflik

1 Jul 2016


Foto: Fotosearch

Beredarnya video Lelaki Kardus di media sosial yang dinyanyikan oleh anak berusia 12 tahun membuat para netizen heboh. Lagu ini menceritakan kemarahan seorang bocah perempuan kepada ayahnya yang menikah lagi. Pasalnya, lirik lagu ini kasar dan tak selayaknya dinyanyikan oleh anak-anak.

Untuk menghindari video ini makin beredar luas, Kemenkominfo pun berencana menyurati Google Indonesia sebagai pemiliki situs YouTube untuk memblokir video tersebut. Dari video ini, ada satu hal yang bisa kita pelajari, yaitu mencegah anak terkena dampak dari konflik kita dan pasangan. Jika anak melihat pertengkaran kita dan pasangan—apalagi sampai tahu kalau ayahnya selingkuh atau kasar—bukan nggak mungkin reaksinya seperti anak yang digambarkan di video Lelaki Kardus.

Psikolog Rima Olivia pun memberikan beberapa tip bagi kita yang memiliki konflik dengan pasangan untuk meminimalisasi dampaknya ke anak:

1.    Jaga kesehatan mental
Saat suami berselingkuh atau melakukan kesalahan, wajar bagi kita untuk merasa marah dan kecewa. Untuk menyalurkannya, mintalah bantuan ahli seperti konselor pernikahan. Atau, cerita ke orang yang bisa dipercaya, seperti orangtua atau sahabat. Ini akan mengurangi tekanan yang ada di diri kita. Sebagai ibu, kita adalah dunia sang anak yang seharusnya memberi kenyamanan dan rasa aman untuknya. Jadi, cobalah kuat demi anak.

2.    Pisahkan masalah kita dan pasangan dengan anak
Sekesal-kesalnya kita terhadap suami, hindari melibatkan sang anak, misalnya memberitahunya kalau ayahnya adalah lelaki brengsek yang membuat hidup kita menderita. Biarkan si anak tetap menjalin hubungan dengan ayahnya dan memiliki penilaian sendiri.

3.    Berikan pengertian
Memang nggak mudah menjelaskan kepada seorang anak mengenai perpisahan kedua orangtuanya. Apalagi, mereka masih belum berpikir secara logis. Jelaskan kalau kita dan pasangan memang berpisah, namun si anak akan tetap bisa menghabiskan waktu dengan ibu dan ayahnya, plus tetap bisa mencintai dan dicintai seperti dulu. Ini penting agar sang anak tidak terlalu kehilangan dan bertanya-tanya. (f)

 


Topic

#anakdanorangtua

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?