
Foto: Dok. Pribadi
Sejak kelahiran anak pertama, kira-kira sepuluh tahun yang lalu, saya Widi Mulia, sudah mulai rajin membagikan kisah keluarga saya di media sosial. Waktu itu saya menggunakan Twitter yang karakternya masih terbatas.
Tak hanya berfungsi membagikan aktivitas keluarga, tapi media sosial juga membuka interaksi langsung dengan follower saya. Lama-kelamaan banyak yang tanya seputar pengetahuan saya tentang kehamilan, menyusui, atau parenting.
Sejalan waktu, konten saya berkembang menjadi sharing inspirasi dan parenting. Saya memang berharap bisa sama-sama belajar dan saling berbagi hal-hal bermanfaat di media sosial.
Maklum saja, namanya juga baru punya anak. Sebelum jadi ibu, rasanya pengetahuan saya hanya sebatas fashion. Setelah punya anak, saya jadi rajin mencari tahu tentang perkembangan anak. Rasanya sayang kalau pengetahuan itu tidak dibagikan.
Media yang saya pakai pun kemudian bergeser. Awalnya saya banyak berceloteh lewat Twitter, kemudian menggunakan Instagram, dan akhirnya sejak tahun 2016 saya mengajak suami dan anak-anak, Dru Prawiro Sasono (10), Widuri Putri Sasono (8), dan Den Bagus Sasono (3) untuk membuat vlog keluarga The Sasonos Family di YouTube (9.466 subscribers). Hal ini didukung oleh suami, Dwi Sasono, yang kebetulan penyuka fotografi/videografi. The Sasonos Family banyak menampilkan potret kekompakan keluarga kami. Vlog ini bisa jadi dokumentasi kenangan keluarga kami juga, yang sebetulnya menjadi tujuan utama pembuatan The Sasonos Family.
Saya senang karena bisa punya wadah berbagi di luar kegiatan nyanyi atau saya yang sebagai penyanyi. Suami dan anak-anak juga senang karena punya wadah untuk menyalurkan kreativitas mereka. Tak jarang, ide-ide konten juga datang dari masukan anak-anak.
Tidak menyangka, dari kegiatan iseng-iseng, akhirnya keterusan menjadi serius. Karena digarap serius dan konsisten, akhirnya banyak brand yang tertarik mengajak kerja sama. Termasuk salah satu televisi swasta yang akhirnya mengangkat cerita keluarga kami menjadi program acara mereka. Karena ingin lebih profesional, sejak 3 tahun lalu saya punya tim editing dan videografi agar hasil video kami lebih baik. Kini, The Sasonos Family di YouTube telah di-follow oleh 94.000 subscriber.
Konten dalam film-film pendek yang kami bagikan juga makin beragam. Mulai dari relasi saya dan Dwi, liburan keluarga, tentang kesehatan anak, budaya, hingga aktivitas keluarga sehari-hari. Yang terpenting, konsep rekamannya harus candid dan kita semua tampil jadi diri sendiri, berdasarkan spontanitas saja. Saya tidak ingin feed saya jadi barang dagangan. Jadi, harus sesuai kata hati dan mengalir saja.
Hal ini sudah saya sampaikan sebelum menandatangani kesepakatan kontrak. Begitu juga untuk anak-anak, sengaja saya mengeluarkan mereka dari kewajiban dikontrak. Sebab, saya tidak ingin memaksakan mereka ketika mereka sedang tidak mood divideokan.
Herannya, anak-anak jadi punya komitmen sendiri. Meski tidak diminta, ketika saatnya pengambilan gambar, mereka bersedia sendiri untuk ikut direkam. Saya perhatikan, kepercayaan diri anak-anak juga kini lebih kuat. Mereka juga lebih up to date dengan perkembangan dunia digital dan belajar bekerja sama dengan orang lain.
Saya juga menjelaskan kepada anak-anak kemungkinan adanya orang-orang yang berkomentar pedas (haters) agar mereka siap mental dan tak patah semangat. Selain itu, melindungi keamanan mereka dengan tidak membagikan hal-hal yang privasi, seperti nama/ alamat sekolah mereka. (f)
Cerita Dian Sastrowardoyo Tentang Lorjuk di Jakarta Eat Festival 2018
Kontroversi Pakaian Serena Williams di Lapangan Tenis
Memantau Syahrini Sepanjang Hari Lewat Saluran TV Pribadi
Topic
#selebritas, #vlogger, #youtuber


