Celebrity
Eva Celia Membuktikan Diri Lewat Karya

16 Apr 2017


Foto:

Lahir dari orang tua pekerja seni tak serta-merta membuat Eva Celia (24) langsung mengorbit. Butuh proses panjang mengasah bakat dan keyakinan untuk menunjukkan identitas dirinya tanpa dibayangi nama besar orang tuanya. Kini, ia muncul sebagai musikus peduli lingkungan lewat sentilan pesan-pesan dalam album debutnya yang rilis November tahun lalu.
 
Waktunya Bermusik
Kulit wajah Eva yang sehat membuat make up artist Sissy Soro tak butuh waktu lama mengaplikasikan riasan natural pada wajahnya untuk keperluan pemotretan sampul femina. Rambut pendeknya makin memancarkan kesegaran wajah belianya.  

Tubuhnya yang bertinggi 160 cm dan berat 45 kg dengan luwes langsung bergaya  seiring arahan stylist. Sesekali ia mengatur sendiri  tiap gerakan tangan, kaki, senyum, dan sorot matanya. Gambar-gambar indah pun seketika didapat. Membuktikan bahwa jam terbangnya di depan kamera memang sudah tinggi.

Sejak berusia satu tahun Eva memang sudah muncul bersama mamanya, Sophia Latjuba, sebagai model sampul majalah. Setelah itu, dengan wajah yang mewarisi kecantikan mamanya yang berdarah campuran Jerman ini, ia sering tampil sebagai model iklan, mulai dari produk minuman, operator telepon seluler, hingga kosmetik.

Eva yang terlahir dari pasangan orang tua selebritas terkenal pun memilih kariernya di dunia showbiz. Namun, meski sejak remaja sudah sering dibawa manggung sang ayah, musikus jazz Indra Lesmana, Eva merasa belum cukup yakin menelurkan albumnya sendiri. Itu sebabnya, ia lebih dulu dikenal sebagai model dan aktris.

Lewat film Adriana (2013), Eva menantang dirinya berperan sebagai Adriana, mahasiswi dan putri keluarga Belanda yang hidup pada tahun 1980-an yang menyukai sejarah. Itulah pertama kalinya ia menjadi pemeran utama sehingga merasa grogi dan khawatir. Apalagi ia mengaku, berakting sebetulnya di luar zona nyamannya. Karena itu, ia berusaha sebaik mungkin mengikuti arahan sutradara Fajar Nugros.

”Sungguh senang bisa mendapat kesempatan berakting. Apalagi, dalam film ini saya juga mengisi soundtrack-nya,” tutur Eva. Tidak hanya itu, ternyata Eva juga mampu berakting baik sehingga ia mendapat tawaran berikutnya dalam fim Pendekar Tongkat Emas (2014).

Meski kesempatan melangkah di dunia sinema sudah terbuka luas untuknya, Eva tak dapat mengenyampingkan passion-nya di bidang  musik  yang terus menggelitik. Tahun 2015, ia menelurkan single Reason dan Against Time yang kemudian menjadi bagian dari album So It’s Begins yang rilis November 2016 lalu.

”Di album berisi 8 track ini, saya tak sekadar menyanyi, tapi juga menulis seluruh liriknya. Ini jadi tempat curhat saya atas kegalauan menentukan pilihan hidup, asmara, hingga kondisi lingkungan yang jadi concern saya selama ini,” ujarnya, dengan mata berbinar.

Eva tak kuasa menutupi kebahagiaannya setelah belasan tahun bermimpi. Kini, ia berhasil memupuk keyakinan dirinya bisa berdiri sendiri di panggung Java Jazz 2017, Maret lalu, membawakan lagu-lagu dari albumnya tanpa bayang-bayang ayah dan ibunya lagi.

“Lewat album ini, saya juga belajar lebih percaya pada proses daripada hasil akhir. Pada perkembangan daripada kesempurnaan. Pada musik daripada konflik. Harapan saya hanya satu: to always use music as a means for spreading love, kindness and positivity. To speak for those who can't be heard,” tulisnya, dalam akun media sosialnya dalam rangka Hari Musik Nasional.  
 


Topic

#evacelia

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?