Celebrity
Daisy Ridley, Sang Idola Baru

18 Feb 2016


Setahun yang lalu, kehidupan Daisy Ridley (23) sangatlah biasa. Ia tinggal di sebuah apartemen di kawasan London Barat, Inggris, bersama ibunya yang bekerja di bank, ayah seorang fotografer, dua kakak perempuan, dan anjingnya yang buta dan tuli. Namun, kehidupan biasa gadis kelahiran London, Inggris, 10 April 1992, ini berubah saat ia membintangi film yang ditunggu-tunggu jutaan orang di seluruh dunia, Star Wars: The Force Awakens.
 
Menangis di Tempat Syuting
Tahun 2010, Daisy lulus dari jurusan musik teater di Tring Park School for the Performing Arts. Lulus sekolah, Daisy mendapat beasiswa dari Universitas Birkbeck jurusan classical civilization di London, namun berhenti karena sibuk mengikuti audisi di sana-sini. Peran-peran kecil ia dapatkan dalam iklan-iklan lokal dan serial televisi, tapi selebihnya Daisy mengisi waktu dengan mencari uang sebagai pelayan di sebuah pub di daerah sekitar rumahnya. Kehidupan yang sangat normal untuk seorang gadis biasa.
           
Sampai tahun 2013, Daisy mendengar bahwa J.J. Abrams, sutradara Star Wars, dan tim sedang mencari seorang pemain untuk film Star Wars terbaru.  ”Saat mendengar informasi tersebut, saya langsung meminta agen saya untuk mencari tahu tentang audisi film J.J. Abrams. Entah kenapa, saya memiliki perasaan aneh, bahwa saya akan diterima dalam film ini,” cerita pemilik nama lengkap Daisy Jazz Isobel Ridley ini. ”
           
Setelah mengikuti audisi sebanyak lima kali, akhirnya Daisy diterima sebagai salah satu pemeran Star Wars. Tentu saja Daisy bahagia dan bangga dengan pencapaiannya. Bayangkan, film pertamanya adalah film yang sudah dinanti jutaan fans, termasuk dirinya. Namun, Daisy tidak boleh membocorkan berita tersebut. Ia berhasil mengunci rapat mulutnya pada teman-temannya.
”Tapi, saya tidak bisa menyimpan rahasia ini dari keluarga. Akhirnya saya memberi tahu ibu saya, yang langsung membocorkannya pada kakak saya, dan kakak saya memberi tahu pacarnya. Benar-benar susah menjaga rahasia besar seperti ini,” ucap Daisy, tersenyum.
           
Mendapat peran sebagai Rey, salah seorang bintang utama dalam film Star Wars: The Force Awakens ternyata sangat sulit. Serangkaian latihan dengan jadwal padat serta diet ketat harus dijalani anak bungsu dari tiga bersaudara ini. Selama tiga bulan, Daisy menghabiskan lima jam dalam sehari di gym. Berlatih angkat beban agar dirinya terlihat kuat dan fit di depan kamera. “Apalagi dari awal J.J. sudah mengatakan bahwa ia ingin sosok Rey terlihat sangat kuat. Maka, saya harus bisa membuat badan saya kuat dan bugar,” ungkapnya.
           
Selain olahraga, pemilik tinggi badan 170 cm ini juga diharuskan menjalani diet ketat. “Saya hanya makan ikan, kacang-kacangan, serta juice sayuran selama proses pembentukan tubuh. Saya tidak mengeluh sama sekali, karena saya sangat menginginkan peran ini,” ujar Daisy, yang masih melanjutkan kebiasaan sehatnya ini, setelah ia selesai syuting Star Wars.          
           
Kemudian, tibalah saatnya syuting. Di hari pertama syuting, Daisy sudah diuji dengan pengambilan gambar di tengah gurun di Abu Dhabi yang panas menyengat. “Kombinasi antara kepanasan dan gugup membuat saya hampir menangis. Saya pusing karena kepanasan, tapi saya malu untuk menunjukkannya. Saya bertekad untuk memberikan yang terbaik,” cerita Daisy, yang hampir digigit kalajengking saat syuting di gurun pasir.
           
Daisy berhasil melakukan semua adegan yang menguras tenaga itu dengan baik. Bahkan, J.J. tidak tahu bahwa Daisy hampir menangis karena melakukan semua adegan itu. Yang membuatnya bertahan hingga akhirnya syuting selesai ternyata adalah rasa bahagia karena ia bisa memerankan tokoh Rey. “Setelah membaca skenario, saya heran kenapa saya yang terpilih sebagai Rey. Wanita yang kuat, juga mandiri. Saya lalu sadar, bahwa saya harus menjaga kepercayaan yang diberikan kepada saya. Kesadaran itu yang membuat saya semangat, menepis semua rasa takut saya,” ujar pemilik mata berwarna hazel ini.  
 
Memesona Banyak Orang
Daisy tampaknya berhasil memerankan sosok Rey. Banyak pencinta Star Wars yang kemudian mengidolakannya. Pria, wanita, tua dan muda. Semua orang ingin mengenal Rey dalam kehidupan aslinya, ingin berpakaian seperti Rey dan ingin memiliki boneka Rey. Daisy sangat senang saat melihat seorang gadis cilik memakai kostum Rey.  

Literally the cutest little thing I’ve ever seen. Getting off a flight and being greeted by this tiny Rey was the ultimate! I will never get tired of seeing this,” tulis Daisy di akun Instagram-nya, daisyridley, saat ia berfoto dengan seorang Rey cilik.
           
Reaksi yang sama terjadi saat ia melihat boneka Rey yang dikirim ke rumahnya. Setelah membuka paket boneka, Daisy terus berteriak gembira saat melihat action figure dirinya dalam balutan baju Rey.
           
Nominator di Kids Choice Awards 2016 ini juga berhasil memikat media. Dia tampil di hampir semua  majalah ternama, para awak media mencintainya dan menyatakan bahwa ia adalah sosok selebritas yang tidak merasa bahwa ia adalah sosok terkenal.
           
Jawaban-jawaban yang diberikannya saat sesi wawancara juga sangat polos dan jujur. “Saya mendapat media training. Tapi, tetap saja kesulitan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari semua wartawan. Akhirnya, saya cerita saja apa adanya,” ujarnya, tergelak.  

Sang sutradara, J.J., rupanya sudah melihat aura positif Daisy dari awal. “Saat audisi saya melihat bahwa Daisy adalah sosok yang bisa dicintai semua orang. Dia hebat, kuat, berani, juga cantik,” puji J.J. “Daisy juga lucu, sedikit nerd sekaligus kikuk. Dia terlahir dengan semua pesona dan keanehannya.”
           
Lawan main Daisy, pemeran Putri Leia, Carrie Fisher, juga menyadari pesona Daisy saat pertama kali mereka bertemu. “Seumur hidup saya terhubung dengan Star Wars. Maka, saat ada pemain baru, saya merasa harus memberikannya sedikit nasihat. Saya memberi tahu Daisy, bahwa dia akan terkenal, tidak bisa bebas berkencan, memiliki banyak fans dan akhirnya kehidupan pribadinya akan sedikit terusik. Dan bagaimana ia harus menghadapi itu semua,” ungkap Carrie.
Meski senang dengan nasihat yang diberikan Carrie, awalnya Daisy tidak percaya dengan semua fakta yang diberikan pemain film senior tersebut. “Saya tidak merasa akan punya banyak penggemar. Tapi saya sedikit ketakutan saat Carrie mengatakan bahwa saya tidak bisa bebas berkencan,” ucap kekasih aktor Inggris, Charlie Hamblett, ini. 
           
Lawan main Daisy lainnya, aktor legendaris Harrison Ford, mengatakan, Daisy memiliki imajinasi yang tinggi. “Hal itu dibutuhkan untuk seorang aktris yang harus beradu akting dengan Chewbacca. Tentu saja, selama syuting Chewbacca tidak ada di lokasi, karena itulah, Daisy membutuhkan imajinasinya,” tutur pemeran Han Solo dalam Star Wars tersebut.

Menanggapi pujian dan popularitas yang ia dapat, wanita yang senang menari ini memilih tetap biasa saja menghadapi semua sorotan yang datang kepadanya. Daisy tetap tinggal di apartemen lamanya bersama orang tua, kedua kakaknya, serta Muffin, anjingnya. Daisy juga memutuskan untuk tetap tinggal di London, bukan di Los Angeles, AS, tempat impiannya sebagai aktris terkenal bisa lebih mudah tercapai. “Mengunjungi Los Angeles tentu saja sangat menyenangkan. Namun, London tetaplah rumah saya. Di sana ada keluarga dan teman-teman saya.”

Di apartemen, Daisy tetap melakukan tugas hariannya, mengepel lantai. “Semua orang heran dan mengatakan, ‘Ya ampun, kamu adalah Rey. Kamu tidak seharusnya mengepel lantai.’ Tapi, lantainya kotor dan aku harus melakukannya,” ucapnya, kepada majalah Glamour yang mengunjunginya di apartemen yang letaknya jauh dari lokasi elite Kota London tersebut.

Daisy memang memilih kembali ke kehidupannya yang lama. Di waktu luang, ia bermalas-malasan di depan televisi, menonton The Great British Bake Off, reality show favoritnya, bermain dengan anjingnya, serta merajut sebuah syal panjang untuk dihadiahkan kepada teman. “Saya menjalani kehidupan yang luar biasa dengan terlibat dalam sebuah proyek film yang sangat besar. Saya sangat beruntung. Tapi, saya tetap Daisy yang lama, tidak banyak yang berubah,” jelasnya. Saking biasanya, Daisy tetap naik bus untuk mencapai tempat gym. Terkadang dia memakai aplikasi uber saat ia lupa mengisi kartu abodemen untuk naik bus.

Setelah proyek Star Wars, Daisy terlibat sebagai pengisi suara dalam film animasi Jepang, Studio Ghibli, sambil bersiap untuk syuting Star Wars episode berikutnya. Masa depannya di dunia akting kini terbuka luas. Padahal sebelumnya Daisy sempat berencana kuliah di jurusan psikologi, kalau-kalau kariernya di dunia akting mandeg. Jurusan ini dipilih  karena ia tertarik pada kepribadian orang-orang. “Saya senang mempelajari banyak orang dan sangat ingin membantu sebanyak mungkin orang,” kata Daisy, yang bercita-cita menjadi psikolog atau konselor.
 
Asri Mirza 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?