
Foto: Fotosearch
Kadang kita nggak pernah tahu suasana hati klien pada saat bikin janji bertemu. Ada yang sedang happy, di sisi lain ada pula yang lagi bad mood. Khusus sikon nggak enak, jangan sampai kita ikut terpancing bersikap menyebalkan kepada klien. Cukup dengarkan omelannya, tapi tetap bersikap tegas supaya emosi klien nggak menjadi-jadi. Kalau nggak berhasil mendapat kesepakatan, mending janjian lagi, deh, di lain hari saat semua pihak sudah lebih tenang. Kalau terpaksa bertahan dalam situasi canggung di kantor? Ini caranya...
Klien ternyata mantan
Yap, di mana-mana memang nggak enak berhubungan lagi dengan mantan pacar—apalagi kalau dulu putusnya nggak baik-baik. Kalau boleh memilih, nih, kita mungkin lebih suka mundur saja. Haruskan mengorbankan karier demi cowok yang pernah menyakiti perasaan kita? Eits, tunggu dulu! Justru sekarang saatnya kita 'balas dendam', dong. Tunjukkan bahwa kualitas diri kita semakin oke setelah putus dari si mantan. Siapkan ide-ide cerdas dan selalu tampil menarik saat melakukan presentasi di hadapan klien. Kalau di akhir kerja sama dia malah minta balik, anggap saja sebagai bonus, he he he. Yang penting jangan sampai kita mengulang kesalahan sama dua kali, ah.
Kita pernah bikin salah
Biasanya kesalahan seseorang di masa lalu lebih nempel di otak kita daripada kebaikan-kebaikannya. Nggak heran kalau klien juga bakal mengingat 'kecelakaan' kecil yang pernah kita lakukan, Misalnya mengotori kontrak yang sudah dia tanda tangani pada saat kita menjadi bawahannya—ups! Pastinya waktu nggak akan bisa diputar ulang. Jadi, tinggal kita yang kudu ekstra kerja keras untuk meyakinkan klien kalau 'saya sudah berubah'. Gunakan pengalaman sebagai panduan kita dalam melangkah ke depan dan terus berusaha seprofesional mungkin. Seandainya klien mulai menyindir-nyindir? Cuekin saja! Jika kita terlihat pede dan fokus pada proyek yang sedang dikerjakan, nantinya dia nggak punya alasan lagi buat menjatuhkan kredibilitas kita.
Baju kembaran dengan klien
Saat berangkat meeting di luar kantor dengan klien besar, kita merasa jadi orang paling keren sedunia. Soalnya kita memakai setelan baru yang mendapat pujian dari rekan kerja plus membawa segudang ide brilian seizin atasan—pokoknya siap tempur banget. Ternyata... klien malah menyerupai saudara kembar kita gara-gara mengenakan baju yang sama persis! Eits, nggak perlu panik. Tebarkan senyum dan jabat tangan klien dengan akrab sambil bilang, “Ternyata kita hari ini sehati, ya.” Bila suasana sudah cair biasanya kita bisa meneruskan negosiasi bebas grogi. Nah, kalau si klien juga seasyik kita, jangan ragu mengajaknya bercanda setelah meeting berakhir. Seperti melontarkan kalimat, “Lain kali janjian dulu, yuk, kalau mau kembaran!” Tapi buat klien yang jutek, mending hindari basa-basi. Langsung ucapkan 'terima kasih' dan berdoa supaya lain kali nggak perlu ketemu dia lagi, hi hi hi. (f)
Topic
#momencanggung



