Kini saatnya berburu celana sesuai bentuk tubuh, biar nggak ada lagi alasan salah pilih celana. Pastinya, sih, bikin tubuh kita terlihat makin proporsional dan penampilan makin oke.
Pinggul besar
- Celana berpotongan pinggang medium rise (sekitar 2 cm di atas pinggul) dengan model lurus (pipa), flare (sedikit melebar dari area lutut), atau full cut (melebar dari pangkal paha sampai bawah) bisa menyeimbangkan bagian bawah tubuh yang lebar dan memberi kesan merampingkan.
- Pilih warna-warna gelap dan hindari celana model low rise serta aksen kantong pada bagian bokong yang membuat pinggul kita semakin terfokus.
Tungkai kaki pendek
- Celana model skinny, lurus, high waisted, atau memiliki garis lipatan vertikal (bekas disetrika) mampu membuat kaki lebih jenjang dan menciptakan ilusi tubuh lebih tinggi.
- Hindari celana dengan aksen lipatan pada bagian bawah, model baggy, cropped, dan celana kulot.
- Padukan celana dengan high heels agar terlihat lebih jenjang. Jika memakai flatshoes, pilih yang berujung rucing.
Paha besar
- Celana yang 'jatuhnya' lurus dari pinggang hingga mata kaki juga celana pipa lebar mampu menyamarkan 'kelebihan' kita.
- Hindari celana yang terlalu sempit ketat dan semakin menyempit di bagian bawah.
Betis besar
- Celana berbahan loose dengan model pipa (tidak ketat) atau boot cut mampu menyamarkan betis besar.
- Hindari skinny pants atau celana 3/4 yang jatuhnya tepat di pertengahan betis.
Torso pendek
- 'Panjangkan' tubuh bagian atas dengan celana model low rise/hipster.
- Pilih celana dengan detail pada pinggul untuk membentuk siluet tubuh atau gunakan belt yang tipis.
- Hindari celana berpotongan pinggang tinggi (high waisted) dan belt lebar.
Tungkai kaki panjang
- Celana model slim cut sampai bell bottom semua aman digunakan. Pastikan panjang celana maksimal sekitar 1 cm dari telapak kaki.
- Pilih cropped pants, celana kargo, atau celana lurus yang dilipat agak lebar pada bagian bawah. CC


