BizNews
Wise Women Surabaya: Pentingnya Pengelolaan Keuangan & Strategi Pricing untuk UKM

26 Mar 2018


Foto-Foto: dok. Femina


The revolution is female, begitu Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Komunitas Femina Petty S Fatimah menyemangati peserta workshop Wise Women Entrepreneur Masterclass pada Sabtu (24/3) lalu di Satu Atap co-workingspace, Surabaya. Ya, peran wanita dalam menggerakkan ekonomi yang sudah tidak terbantahkan lagi. Dari 52 juta UKM di Indonesia, 60 persen dimiliki wanita.
 
“Fakta juga menunjukkan, wanita lebih tekun, konservatif, taat aturan sehingga usaha mereka lebih langgeng,” ujar Leila Djafaar, Chief of Marketing, Corporate Affairs & Legal Commonwealth Bank. “Untuk itu, saya mendorong wanita wirausaha untuk banyak belajar dari Wise,” imbuhnya. WISE (Women Investment Series) adalah program literasi keuangan Bank Commonwealth yang diluncurkan sejak tahun 2014 yang diperuntukkan khusus untuk wanita yang bisa diunduh secara gratis di Playstore maupun Google Play.
 

(ki-ka) Arini P (perwakilan Pemkot Surabaya), Alison Eskesen, Director Asia Pacific,
Mastercard Center for Inclusive Growth,
Leila Djafaar, Chief of Marketing, Corporate Affairs & Legal Bank Commonwealth dan
Petty S. Fatimah.

 
Workshop di Surabaya ini adalah workshop kedua dari 10 rangkaian acara edukasi kewirausahaan kolaborasi Komunitas Wanita Wirausaha Femina dengan Commonwealth Bank yang didukung oleh Mastercard Center for Inclusive Growth. Dua topik yang diangkat kali ini adalah WISE Financial Module yang dibawakan oleh Weddy Irsan, Head of SME New Business, Commonwealth Bank dan Merliana, Unsecured Loan sales Department Head, Commonwealth Bank pada sesi pertama. Sementara Stefanie Kurniadi, founder Warunk Upnomal membawakan topik: Strategi Pricing untuk Bisnis UKM.
 
Pentingnya Pencatatan Keuangan
Satu hal yang harus dilakukan oleh pebisnis adalah harus memiliki keuangan usaha yang rapi. Hal inilah yang ditekankan dua pembicara yang membawakan Wise Financial Module, yang memberikan cara pencatatan keuangan secara mudah bagi usaha kecil dan menengah serta tip mengatur keuangan untuk UKM.
 
Pertama yang ditekankan adalah pentingnya memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha. “Mengapa perlu dipisah agar kita jadi tahu persoalan yang ada di usaha kita,” ujar Merliana.
 
Weddy lalu memandu peserta untuk membuat catatan transaksi, laporan laba-rugi dan neraca. Dengan bantuan worksheet yang sudah dibagikan sebelumnya, peserta bisa bertanya langsung kepada pembicara bagaimana membuat catatan transaksi dan laporan keuangan yang benar.
 

Weddy Irsan dan Merliana memandu peserta mengelola keuangan bisnis.
 
“Setiap kali sedang melakukan pembelian ataupun penjualan apapun jangan lupa dicatat ya, agar kita tahu pergerakan usaha kita seperti apa,” ujar Weddy.

Peserta pun tampak tak menyia-nyiakan kesempatan, karena pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir kepada pembicara. Dea misalnya, bertanya bagaimana pelaporan soal pembelian bahan baku yang dibeli dalam jumlah banyak tetapi tidak langsung habis pada satu kali produksi.

Tak menyia-nyiakan kesempatan bertanya.
 
“Pencatatannya bukan di laporan laba rugi ya, tetapi di pencatatan transaksi. Tidak apa-apa juga meski bahan baku yang kita beli tidak habis. Misalnya, pada tanggal 24 Maret kita membeli kain untuk bahan baju baju sebesar satu juta rupiah, walaupun kita tahu tidak habis, tetap kita catat, tapi di pencatatan transaksi, bukan di laporan rugi laba,” jawab Weddy.
 
Weddy juga memberikan tip penting:
1/ Memisahkan keuangan pribadi dengan usaha dengan cara membuat rekening yang terpisah agar kita tidak bingung akan posisi keuangan usaha kita.
2/ Kartu kredit juga harus dipisah antara pribadi dan usaha. “Bayar hutang kartu kredit kalau bisa lunas, jangan membayar cicilan minimum,” saran Weddy.
3/ Memiliki dana darurat untuk kebutuhan mendadak sebesar 6-12 kali dari pendapatan bulanan.
4/ Hutang maksimal harus 30 persen dari pendapatan rata-rata bulanan.
5/ memiliki tabungan minimal 20 persen dari rata-rata pendapatan bulanan.
 
Pricing Yang Menentukan
Di sesi kedua, Stefanie Kurniadi, founder Warunk Upnormal memberikan ilmu yang tak kalah penting untuk dikuasi pebisnis: penetapan harga. Karena, harga produk atau jasa yang ditawarkan adalah faktor krusial. Harga yang terlalu rendah tentu akan membuat bisnis kita tidak akan bertahan lama, demikian juga harga yang terlalu tinggi pun juga bisa menjadi kendala.
 
“Pertama, yang penting dilakukan adalah survey market. Berapa uang yang akan dan mau dihabiskan oleh masyarakat untuk membeli produk, dalam konteks saya adalah makanan,” ujar Stefanie.

Stefanie Kurniadi: "Kenali siapakah target market kita yang sebenarnya."
 
Stefanie lalu menjelaskan pentingnya mengetahui siapakah target market usaha kita. “Apakah Anda benar-benar tahu, siapakah target market Anda?” tanyanya. Siapa mereka? Dari sisi Usia, Daya beli, Pekerjaan, Geografis, Kebiasaan, Selera, Tren, Ekspektasi, dan lain sebagainya. “Dalam statistic Indonesia per 2017, target market paling besar adalah mereka yang disebut generasi millennial, yaitu sebesar 32 persen,” ujar Stefanie.
 
Lalu, ia juga menekankan pentingnya memerhatikan ealy adopter, yaitu kelompok yang gampang mencoba hal-hal baru yang ditawarkan. Tapi, Stefanie mengingatkan agar pebisnis jangan sampai terjebak dengan kelompok ini, karena ketika produk baru diluncurkan, merekalah konsumennya. Tapi, mereka juga bisa pergi kapan saja.
 
“Jangan langsung senang ketika di bulan-bulan pertama produk kita tampak laris, karena kita baru mendapatkan konsumen innovator dan early adopter, belum konsumen sebenarnya yang bersifat loyal yaitu early majority dan late majority,” ujar Stefanie. Itulah mengapa, seorang pebisnis jangan keburu senang bila pada 6-8 bulan pertama diluncurkan, produknya laris, karena bisa saja di bulan berikutnya bisa sepi. "Ini artinya bisnis kita belum menyeberangi 'jurang' itu," ujar Stefanie.
 
Di Warunk Upnomal, menurut Stefanie, meski targetnya adalah anak-anak muda millennial, di kemudian hari, kemudian yang datang adalah mama-mama muda dan keluarga. (f)

Baca Juga:
WISE Women Jakarta: Pebisnis Fashion Belajar Tentang Keuangan Bersama Bank Commonwealth
 


Topic

#wanwir, #strategipricing, #pricinguntukukm, #wisewomen, #wisefemina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?