BizNews
Podomoro University Mengajak Perempuan Indonesia Berdaya

17 Mar 2026

Memberdayakan perempuan dan berkolaborasi dengan komunitas. Foto: Dok. Podomoro University


Perempuan Indonesia hari ini bukan hanya berperan di rumah, tetapi juga hadir sebagai penggerak ekonomi. Dari membangun UMKM, merintis jenama lokal, hingga memimpin social enterprise, perempuan semakin berani mengambil peran strategis di berbagai bidang. 

Tak heran, berdasarkan Data Kementerian UMKM Republik Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 64% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan

Data ini semakin menegaskan bahwa perempuan bukan sekadar pelaku usaha, tetapi juga penopang ekonomi keluarga dan motor perubahan sosial. 

Namun di balik potensi besar tersebut, tantangan untuk kaum perempuan masih nyata. Banyak yang harus memulai usaha dengan modal terbatas, belajar secara otodidak, dan membagi fokus antara karier, bisnis, dan keluarga. 

Akses terhadap pelatihan bisnis, pendampingan, jejaring, hingga literasi digital pun belum merata. Tantangan ini semakin kompleks ketika disandingkan dengan perannya dalam keluarga. Di titik inilah dukungan ekosistem menjadi kunci. 

Sebagai institusi pendidikan yang dekat dengan dunia industri dan kewirausahaan, Podomoro University melihat pemberdayaan wirausaha perempuan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan. 

Kampus ini menempatkan perempuan sebagai mitra strategis jangka panjang—sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan dampak ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.  
 

Belajar dari sosok nyata

Inspirasi sering kali lahir dari kisah nyata. Podomoro University menghadirkan teladan perempuan wirausaha yang membuktikan bahwa bisnis bisa tumbuh seiring dengan dampak sosial. 

Apresiasi antara lain diberikan kepada Hanna Keraf, pendiri Du Anyam, sebuah social enterprise yang memberdayakan perempuan penganyam di Indonesia Timur. 

Penghargaan tersebut diberikan karena Du Anyam dinilai berhasil mengembangkan model bisnis yang tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga pemberdayaan. 

Melalui pendampingan produksi, peningkatan kualitas, serta akses pasar nasional dan global, para perempuan penganyam—terutama di wilayah Nusa Tenggara Timur memperoleh penghasilan yang lebih stabil. 

Dampaknya melampaui aspek ekonomi—pendapatan yang meningkat berkontribusi pada perbaikan gizi keluarga, pendidikan anak, hingga kesehatan ibu. Dalam banyak kasus, perempuan yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan kini menjadi penopang ekonomi rumah tangga. 

Dari perjalanan Du Anyam, kita belajar bahwa ketika perempuan didukung dengan ekosistem yang tepat, melalui pelatihan, pendampingan dan yang terpenting ruang untuk bertumbuh, perempuan mampu menjadi agen perubahan yang nyata. 

Pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang bagaimana meningkatkan pendapatan, tetapi tentang membangun kepercayaan diri, kemandirian serta peran strategis dalam keluarga dan komunitas. 

Nilai-nilai inilah yang ingin terus dikembangkan oleh Podomoro University, dengan menghadirkan ekosistem yang mumpuni, inklusif dan relevan agar perempuan Indonesia dapat bertumbuh sebagai wirausaha, pemimpin dan sosok berdaya yang memberi dampak berkelanjutan bagi masa depan ekonomi dan sosial bangsa.
 

Ruang tumbuh bersama komunitas perempuan 

Komitmen Podomoro University terhadap pemberdayaan perempuan juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas, karena pemberdayaan akan lebih kuat jika dilakukan bersama. 

Podomoro University aktif berkolaborasi, salah satunya dengan komunitas Perempuan Digdaya (digital dan berdaya), sebuah gerakan yang fokus pada penguatan kapasitas ekonomi dan kepemimpinan perempuan. 

Kolaborasi ini menghadirkan pelatihan dan workshop yang relevan dengan kebutuhan perempuan masa kini—mulai dari mindset bisnis, pengelolaan keuangan usaha, strategi pemasaran digital, hingga penguatan identitas merek. 

Pesertanya beragam—perempuan karier yang merintis side business, pelaku UMKM yang ingin naik kelas, hingga ibu rumah tangga yang ingin mandiri secara ekonomi. 

Hasilnya pun nyata. Banyak peserta mulai lebih rapi dalam mencatat keuangan, berani menentukan harga dengan tepat, serta memanfaatkan media sosial sebagai etalase bisnis. Produk yang sebelumnya dipasarkan secara terbatas mulai menjangkau pasar yang lebih luas melalui media sosial dan marketplace

Dampak yang paling terasa dari hasil pelatihan ini adalah para perempuan memiliki rasa percaya diri untuk tampil dan memimpin usaha sendiri.
 

Kekuatan perempuan di era digital melalui literasi dan narasi 

Pemberdayaan perempuan oleh Podomoro University juga mengikuti zaman. Di era digital, produk yang baik perlu didukung dengan cerita yang kuat.

Melalui program Perempuan PandAI Menulis, Podomoro University mengajak perempuan pelaku usaha dan komunitas untuk mengasah kemampuan storytelling, menulis, dan personal branding

Workshop yang menjangkau perempuan dari usia muda. Foto: Dok. Podomoro University

Pelatihan ini membimbing perempuan belajar merangkai kisah di balik usaha, membangun narasi jenama atau brand, hingga menciptakan konten yang autentik dan relevan. Bukan hanya untuk promosi, tetapi juga sebagai sarana berbagi pengalaman dan membangun pengaruh. 

Dari sini, banyak peserta berkembang menjadi penulis, narasumber komunitas, bahkan membuka kelas berbasis keahlian yang mereka miliki.
 

Sinergi strategis bersama Kementerian UMKM untuk dampak lebih luas 

Penguatan wirausaha perempuan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi multipihak antara akademisi, komunitas, dan pemerintah. Dalam konteks ini, Podomoro University menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.
 
Kemitraan ini dibangun dalam kerangka pengembangan ekosistem kewirausahaan nasional, khususnya pada sektor UMKM dan wirausaha perempuan. Kampus berperan sebagai pusat edukasi, riset, inkubasi, dan pendampingan, sementara kementerian menghadirkan dukungan kebijakan, program nasional, serta akses pembiayaan. 

Bentuk kolaborasi yang dijalankan meliputi pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha binaan, hingga penguatan inkubasi bisnis. Program-program ini sering kali menyasar perempuan pengusaha UMKM di berbagai daerah. 

Selain itu, Podomoro University juga terlibat dalam forum-forum pengembangan kewirausahaan nasional, termasuk kegiatan inkubasi, akselerasi bisnis, serta penguatan kapasitas usaha berbasis komunitas. 

Model kolaborasi ini mencerminkan pendekatan triple helix—kemitraan antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan. 
 

Perempuan bertumbuh, perempuan berdampak

Pemberdayaan wirausaha perempuan bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada struktur sosial yang lebih luas. Ketika perempuan memiliki penghasilan, kualitas pendidikan anak meningkat, kesehatan keluarga membaik, dan ketahanan ekonomi rumah tangga akan menguat. 

Banyak riset global juga menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi ekonomi perempuan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan PDB nasional. 

Dengan kata lain, investasi pada kewirausahaan perempuan adalah investasi pada masa depan ekonomi bangsa. 

Melalui berbagai inisiatif, Podomoro University terus mengambil bagian dalam perjalanan besar perempuan Indonesia. Melalui pendidikan, kolaborasi, dan pemberdayaan, kampus ini berupaya membangun generasi perempuan wirausaha yang tangguh, inovatif, dan berdampak. 

Perjalanan pemberdayaan perempuan tentu belum selesai. Masih banyak ruang yang perlu diperkuat, akses pembiayaan, digitalisasi usaha, hingga ekspansi pasar. 

Namun satu hal yang semakin jelas, masa depan kewirausahaan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kekuatan perempuan. Ketika mereka diberi ruang belajar, akses jejaring, dan dukungan ekosistem, potensi yang lahir tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga menghadirkan perubahan sosial yang berkelanjutan. 

Ketika perempuan diberdayakan, mereka sedang merancang masa depan. (f)

Baca juga:
Bukan Cuma Soal Aset, Tapi Apa yang Kita Tanam dalam Diri Sendiri 
Stop Kekerasan Digital terhadap Perempuan dan Anak, Indonesia dan Uni Eropa Menegaskan Komitmen Bersama
Di Panggung ESMOD Jakarta Creative Show 2025, Pemain Baru Industri Fashion dan Kreatif Pamerkan Projek Final


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?